Kepala Disbun Berau Lita Handini menjelaskan, pemberian bantuan kotak fermentasi kakao tersebut dalam rangka membantu para petani kakao untuk meningkatkan kualitas biji kakao kering yang dihasilkan.
Biji kakao yang difermentasi dengan baik tentu akan menghasilkan biji kakao yang berkualitas super sehingga harga jual biji kakao akan semakin tinggi terlebih harga kakao di Berau saat ini mencapai Rp150 Ribu sampai Rp120 Ribu perkilonya.
"Apalagi dengan harga kakao yang saat ini cukup tinggi dan menjanjikan, maka dengan adanya bantuan alsintan ini, maka akan mempengaruhi semangat petani kakao," ucap Lita kepada Korankaltim.com Kamis (23/4/2024) pagi tadi.
Bantuan kotak fermentasi kakao tersebut melalui anggaran APBD Berau dengan total anggaran sebesar Rp450 Juta. Alokasi anggaran tersebut dalam rangka melaksanakan program prioritas pemberian bantuan stimulan bagi para petani di Bumi Batiwakkal.
Setelah dua kelompok tani di Kampung Suaran selanjutnya akan ada dua kelompok tani lagi yang akan diberikan bantuan kotak fermentasi kakao yaitu kelompok tani Kampung Pilanjau dan Gunung Tabur yang akan diberikan 20 unit untuk masing-masing kelompok tani. Dua kelompok tani tersebut yakni, kelompok tani Berkah Tani Sejahtera dan kelompok tani Tunas Harapan.
"Tahun ini ada dua kelompok tani lagi yang akan menerima bantuan. Poktan Berkah Tani sejahtera, Kampung Pilanjau dan Poktan Tunas Harapan, Gunung Tabur," tutup Lita.
Editor: Aspian Nur