“Tapi sekarang sudah lumayan ada. Berharap semua lapisan yang ingin secara sukarela mendonorkan darahnya, menghubungi UTD PMI di RSUD HIS,” beber Puncan Karna melalui Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Kubar, dr Eri Sarudin, Kamis (28/9).
Eri Sarudin menuturkan, di UTD PMI Kubar saat ini stok darah diutamakan bagi pasien dalam kondisi darurat saat operasi/bedah emergency. Untuk pasien yang memerlukan darah golongan B namun tidak emergency, diharapkan membawa donor pengganti.
“Setiap bulan PMI menyetok, tidak bisa berlebihan. Sebab, masa kedaluwarsa darah hanya 35 hari. Sementara rata-rata keperluan sebulan PMI Kutai Barat ini, 100-150 kantong,” ujarnya.
“Biasanya, selain masyarakat umum, PNS, TNI, Polri, dulu secara berkala, perusahaan swasta terutama pekerja sektor tambang, selalu mendonorkan darahnya ke PMI Kutai Barat. Tapi saat ini menurun, mungkin karena banyak terjadinya pengurangan karyawan. Yang terus mendonor hingga sekarang adalah TNI dan Polri,” terangnya.
Ditambahkan Eri, pihaknya segera berkordinasi ke Pemkab Kubar guna merancang kerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), khususnya bagi pegawai untuk bisa mendonorkan darahnya. Namun kata dia, hal itu akan dibicarakan dengan Bupati dan Wakil Bupati.
“Itu akan dibicarakan oleh Pak Ketua PMI Kubar. Karena sejak digulirkan wacana tersebut, kelihatannya sangat efektif untuk donor darah berkala dari semua SKPD di lingkup pemkab. Semoga dapat terealisasi cepat,” tegasnya.
Eri Sarudin menambahkan, hingga Rabu (27/9) stok darah di PMI Kubar golongan darah A= 4 kantong, B sebanyak 19 kantong, O sebanyak 9 kantong, dan AB sebanyak 7 kantong. Ada tambahan dari Kodim 0912 Kubar sebanyak 48 kantong. “Total stok darah PMI Kubar saat ini hanya 87 kantong,” pungkasnya. (imr)