Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, H Kafrawi mengatakan, 34 tenda ini nantinya yang akan digunakan bagi para pelaku UMKM yang ingin berjualan takjil di halaman masjid selama bulan puasa.
Namun, untuk saat ini sudah ada terdata sebanyak 38 meja dan 15 tenda tunggal yang telah diisi oleh para pelaku UMKM. “Untuk sistem sewanya kami berikan pilihan, mau menyewa 1 tenda atau 1 meja,” ungkapnya, Rabu (6/3/2024).
Selain itu, pihaknya pada tahun ini juga akan membuka kesempatan untuk 20 Pedagang Kaki Lima (PKL) agar bisa ikut berjualan di lokasi yang sama. Adapun jam operasi pasar Ramadan akan sama seperti tahun sebelumnya, yakni dari pukul 14.00 WITA hingga menjelang Maghrib.
Untuk biaya sewa tenda sendiri, pengelola masih melakukan berbagai pertimbangan, mengingat kemungkinan akan ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Diketahui, pada tahun sebelumnya, harga satu tenda disewakan berkisar Rp2 juta dan untuk sewa meja sebesar Rp800 ribu.
Walau pun ada kenaikan harga sewa, pihaknya berupaya agar tidak memberatkan para pelaku UMKM yang berjualan di Pasar Ramadan tersebut. “Sepertinya biaya operasi mengalami kenaikan, tapi saat belum kami tentukan dan akan kami pertimbangkan terlebih dahulu," ungkapnya.
Pengadaan pasar Ramadan ini jelasnya bertujuan untuk membantu pelaku UMKM agar bisa memberikan tambahan penghasilan. Apalagi, pengadaan tenda sendiri dengan biaya sewa tidak mengembalikan modal, namun sifatnya membantu masyarakat. “Kami usahakan tidak memberatkan masyarakat. Selain itu, para UMKM tersebut juga kami asuransikan dan ini rutin kami lakukan setiap tahunnya untuk berjaga-jaga,” tandasnya.
Editor: Maruly Z