Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan mengatakan, dalam kegiatan ini, pihaknya menjual bebagai jenis pangan lokal dengan harga yang terjangkau. Adapun komoditas yang ditawarkan melalui Bulog Berau sebagai agen menyediakan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, serta sayur-sayuran dari KWT binaan Dinas Pangan Berau. "Tapi untuk beras kita batasi, cukup 2 karung saja setiap orang," ujarnya kepada korankaltim.com, Rabu (6/3/2024).
Selama gelar pangan lokal ini, pihaknya menyalurkan 2,5 ton beras setiap harinya, gula 200 kg dan minyak goreng sebanyak 180 botol. Untuk harga jualnya, beras ukuran 5 kg dijual dengan harga Rp55 ribu, gula ukuran 2 kg dijual dengan harga Rp38 ribu dan minyak goreng Rp17 ribu. "Tapi untuk hari ini kita ada tambahkan lagi beras 1 ton, jadi 3,5 ton untuk hari ini," ungkapnya.
Tidak hanya itu, para pelaku UMKM diminta berpartisipasi untuk menjual hasil olahan pangan lokal yang mereka buat. Pada kesempatan itu juga KWT akan memasarkan produk yang mereka tanam. Di mana konsentrasinya selama ini yakni sayur-sayuran. Ada juga diantara anggota kelompok yang mengolah pangan lokalnya menjadi makanan jadi.
Kegiatan tersebut juga mengacu pada Peraturan Presiden (PP) Nomor 9/2009 perihal kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Dijelaskannya, pengembangan pangan lokal yang sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing diharapkan menjadi kekuatan dalam mengantisipasi krisis pangan.
Gelar pangan lokal tersebut juga salah satu upaya di Dinas Pangan untuk membantu meringankan beban masyarakat dan menekan tingkat inflasi di daerah. “Di mana hasil akhirnya pertumbuhan ekonomi bisa terlihat walaupun dalam skala kecil,” ucapnya.
Rakhmadi berharap, melalui gelar pangan lokal, kebutuhan pokok masyarakat di tengah lonjakkan harga beras, gula, dan kebutuhan lainnya cukup mahal dapat terbantukan. "Ini hari kedua, dan masyarakat sangat antusias," tutupnya.
Editor: Maruly Z