Kapolsek Tanjung Redeb AKP Novita Citra kepada Korankaltim.com Sabtu (2/3/2024) siang tadi menjelaskan, kapal tersebut milik Soyo dan selama ini sering digunakan untuk memuat sembako dan kebutuhan lainnya dengan rute Tanjung Redeb ke Maratua.
Sebelum kejadian kapal Soyo itu bertambat di rumahnya, bersandar di Dermaga Darurat, tepatnya dibelakang Mesjid Mardhatillah dan tiba-tiba meledak.
Soyo melihat kapalnya langsung karam dan segera menolong dua anak buah kapal (ABK) yang ada di dalam kapal kemudian menelpon aparat kepolisian.
“Pemilik kapal langsung menelpon kami dan peoses evakuasi dibantu warga sekitar. ABK yang jadi korban ledakan sudah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Rivai,” kata Novita.
Ada satu awak kapal yang selamat dari kejadian naas karena sedang pergi membeli barang. Kerugian materil yang dialami Soyo berupa kapal yang tenggelam berisi 30 karung sembako, 800 buah gas LPG ukuran tiga kilogram, 80 tabung gas LPG ukuran 5,5 kilogram dan LPG 12 Kilogram 20 buah yang semuanya masih dalam proses perhitungan.
Penyebab meledaknya kapal tersebut karena tabung gas LPG mengalami kebocoran selain juga muatan yang berlebihan sehingga terjadi gesekan antara tabung gas yang memicu percikan api dan terjadi ledakan.
Sementara ABK yang selamat menjelaskan kalau saat kejadian ledakan kapal terjadi dirinya sedang berada di gudang. Disebutkannya tabung gas LPG yang dibawa total 900 buah lebih ditambah beberapa bahan pokok, seperti telur, indomie dan bahan sembako lainya.
Barang-barang tersebut rencananya akan dibawa ke Kecamatan Maratua untuk dijual kembali. "Saya digudang baru selesai. Lalu ditelpon kalau ada kapal meledak," kata ABK tersebut.
Editor: Aspian Nur