Berdasarkan keterangan saksi mata, Hendri M yang melihat pertama kali kejadian tersebut mengatakan, ambruknya plafon terjadi di ruang tunggu, tepatnya di ruangan klinik sanitasi, beberapa pelayanan poli sampai bagian ujung ruang tunggu.
Dia menjelaskan, saat kejadian kondisi cuaca sedang hujan disertai angin kencang. Sehingga, plafon yang hanya berbahan gipsum tersebut menjadi lembab dan ada beberapa baut dengan kondisi melebar menyebabkannya ambruk.
“Kejadiannya sekitar jam 10 pagi, dan memang hujan lebat. Runtuhnya dari depan ruang ambil resep obat sampai depan toilet, " ucapnya, Senin (26/2/2024).
Meski plafon Puskesmas Gunung Tabur ambruk, dirinya menyebutkan tidak ada korban jiwa. Sebab, setelah kejadian, pengunjung dan petugas sempat melarikan diri serta pasien berhasil dievakuasi.
Ia juga menjelaskan kondisi saat runtuhnya plafon pengunjung Puskesmas Gunung Tabur tidak ramai. “Karena dari pagi tadi hujan lebat. Efek ambruk plafon ini Puskesmas Gunung Tabur akan lakukan rapat internal terlebih dahulu dan kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan karena pimpinan utama,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau melalu Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Jemmy mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah cepat. Bahkan, bupati menyarankan untuk melakukan identifikasi penyebab atas kejadian tersebut, lalu melakukan tindakan darurat.
Sejak UPT Puskesmas Gunung Tabur dibangun sejak 2019 lalu, usia bangunan tersebut terbilang masih baru. "Tapi kita akan identifikasi lagi, bagian mana saja yang kemungkinan rawan dan beresiko untuk runtuh. Kita cari yang paling minim risikonya, mungkin yang awalnya gypsum kita ganti jadi plywood," ungkapnya.
Dirinya pun menjelaskan, selama ini spesifikasi untuk bangunan kesehatan seperti Puskesmas Induk, Pustu dan lainnya, memang menggunakan rangka baja ringan dan gypsum sebagai plafonnya. Tetapi, dari beberapa bangunan yang berbahan gypsum, kata dia sangat berisiko selain mudah lembab penggunaan gypsum hanya menggunakan baut kecil sebagai penahannya.
"Ketika rentang waktu yang cukup lama, gypsum akan lembab sehingga berat. Nah, ini yang membuat baut yang kecil itu bertagar lalu lepas," ungkapnya.
Pihaknya, melalui Dinkes akan melakukan pergeseran anggaran sesuai dengan arahan bupati yang meminta segera mungkin untuk menyelesaikan kejadian ini.
"Jadi kebetulan puskesmas ini ada anggaran lain untuk penataan halaman. Mungkin setelah rapat nanti akan dilakukan pergeseran, mungkin anggaran untuk halaman akan digeser untuk kegiatan inj yang lebih darurat," tutupnya.
Atas kejadian ini, di Puskesmas Gunung Tabur sementara tidak melakukan pelayanan kesehatan untuk masyarakat sekitar hingga renovasi plafon rampung dikerjakan.
Editor: Maruly Z