Pembangunan TPI yang dimulai sejak Mei 2023 lalu itu dianggarkan melalui Dinas Perikanan (Diskan) Berau menggunakan bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim sebesar Rp15 miliar. Kepala Diskan Berau, Dahniar Ratnawati mengatakan, pembangunan TPI Tanjung Batu ini telah direncanakan sejak awal 2023 lalu. Sebelum rencana pembangunan TPI untuk nelayan, pihaknya memberikan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi para nelayan.
Namun, mengingat Kecamatan Pulau Derawan dan Maratua dikelilingi kampung yang berpotensi dengan sumber hasil lautnya, maka pihaknya mengusulkan membangunkan TPI yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Seperti bangunan cold storage berstandar ekspor, kios basah, kantor pengelola, rumah pegawai, musala, gapura serta penambahan dermaga kayu.
“Jadi khusus untuk jual beli ikan, kami masih mengaturkan untuk petak-petak dengan ukuran 2x4 yang menghasilkan 100 petak nantinya. Sehingga para penampung bisa menjualkan hasil ikannya di sana. Jadi tidak lagi bergantung pada satu orang pembeli saja,” ujarnya usai meresmikan TPI Tanjung Batu Bersama Bupati Berau, Sri Juniarsih didampingi Wakil Bupati Berau, Gamalis.
Kemudian, pihaknya juga menyediakan kendaraan roda tiga dengan kapisitas 1 ton untuk memudahkan nelayan membawa hasil ikan saat bongkaran ikan di jembatan pelabuhan atau derama ke lokasi TPI Tanjung Batu.
Diketahui, kondisi dermaga atau jembatan pelabuhan menuju lokasi TPI Tanjung Batu saat ini masih tidak sesuai dengan standar yang ada. Berbahan dasar kayu tepat berada di belakang TPI, Dahniar telah mengkordinasikan dengan pihak DPUPR Berau agar melakukan pelebaran dermaga atau jembatan pelabuhan TPI menjadi 4 meter.
“Jadi tahun ini oleh DPUPR akan dilebarin lagi jembatannya menjadi 4 meter jadi lebih leluasa lagi,” ungkapnya.
Ia berharap, TPI Tanjung Batu yang mampu menampung sekitar 3 ribu nelayan dari dua kecamatan dan menjadi peluang pemasukan untuk pendapatan daerah.
“Tidak harus memenuhi, cukup 50 persen saja yang menjual di situ sudah bagus. Apa lagi potensi kapal yang berlabuh dari dua kecamatan sekitar 700 kapal dan potensi yang dihasilkan per tahun bisa tembus 6 ribu ton,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menyampaikan fasilitas TPI ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya agar dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.
Editor: Maruly Z