Pelaksana Bidang Pelayanan Kesehatan Primer, Dinkes Berau, Dedy Adie Chandra mengatakan, apabila proses pembangunan Pustu tersebut berjalan lancar, maka akhir tahun 2024 ini proyek tersebut akan rampung.
Saat ini, pihaknya mempersiapkan pembuatan dokumen perencanaan dan dilanjutkan dengan proses lelang. "Jadi proses pembangunannya kami targetkan hanya satu tahun, dengan kontrak pelaksanaan sekitar 5-6 bulan," ujarnya, Jumat (16/2/2024).
Diakui, Kampung Mapulu yang saat ini masih berstatus kampung tertinggal memiliki sarana infrastruktur yang cukup sulit dilalui. Satu-satunya akses darat menuju Kampung Mapulu yakni melalui Jembatan Bailey. Hal ini juga menjadi pertimbangan untuk bahan material bangunan yang akan dibawa ke lokasi pembangunan Pustu.
Dedy menyebut, Pustu di Kampung Mapulu nantinya dibangun dengan standar zona dua seperti Pustu di Kecamatan Segah, dengan lebar 13 meter dan panjang 8 meter. "Dalam waktu dekat ini kami akan ke sana menentukan lokasi terlebih dahulu, karena harus menyusun dokumen perencanaan," ungkapnya.
Perencanaan Pustu di Kampung Mapulu tersebut sudah direncanakan pada tahun 2022 sejak pihaknya meninjau kondisi Kampung Mapulu. Sehingga 2024 ini, akan direalisasikan pembangunannya dan tender ditargetkan pada April hingga Maret setelah dokumen perencanaan selesai.
Pembangunan Pustu rencananya akan dilakukan secara permanen, namun bila terjadi kendala dalam pengiriman material, maka akan dialihkan ke bangunan semi permanen atau bangunan kayu.
Tak hanya pembangunan Pustu saja, Dinkes Berau juga akan menyiapkan Alat Kesehatan (Alkes) dan tenaga kesehatannya. Namun, untuk tahun ini Dedy akan fokus ke pembangunan Pustu dan untuk Alkes dan tenaga kesehatan difokuskan di tahun berikutnya. Dirinya pun menjelaskan, untuk pelayanan kesehatan di Kampung Mapulu selama ini mengikut pelayanan kesehatan di Kampung Panaan, Kecamatan Kelay yang harus menempuh jarak lumayan jauh menggunakan kapal ketinting.
Dinkes berharap, Pustu di Kampung Mapulu nantinya bisa membantu masyarakat setempat, terlebih menjadi langkah pemerintah daerah mengangkat status kampung di Mapulu menjadi kampung berkembang.
Editor: Maruly Z