Kesbangpol Antisipasi Peredaran Uang Palsu
1 menit baca699 kali dibaca
MAHAKAM ULU – Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Kesatuan, Bangsa, dan Politik (Kesbangpol) Mahulu, mengantisipasi peredaran uang palsu (Upal) di daerah itu. Untuk itu, Selasa (26/9) kemarin dilakukan sosialisasi antisipasi peredaran uang palsu, berlangsung di Lamin Adat Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Mahulu.
Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, mengucapkan terimakasih kepada Dinas Kesbangpol yang telah menyelenggarakan acara penyuluhan peredaran uang palsu di tersebut. Bahkan juga kepada para peserta acara yang seksama mengikuti sosialisasi itu. “Acara ini sangat bermanfaat bagi kita semua, karena saat ini telah
marak peredaran uang palsu. Sehingga kita harus antisipasi dan waspada,” terang Bupati Bonifasius dalam sambutannya melalui Wakil Bupati Mahulu, Juan Jenau.
Bupati Bonifasius Belawan Geh berpesan, agar masyarakat dan para pedagang di pasar serta toko se-Mahulu, lebih waspada pada saat transaksi jual beli.
“Perhatikan betul-betul uang yang terima, apakah asli atau palsu. Saya berharap seluruh peserta sosialisasi ini dapat menyebarkan ilmu yang didapat kepada masyarakat hingga ke kampunhg se-Mahulu,” tutur Juan Jenau.
“Saya ucapkan terimakasih kepada pihak Bank Indonesia (BI) yang telah datang langsung, dan menjelaskan melalui sosialisasi tentang mata uang rupiah (asli/palsu) di Kabupaten Mahulu ini,” tambah Juan Jenau.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Kota Samarinda, Heri prabowo, menyebut kegiatan sosialisasi peredaran uang palsu di Kabupaten Mahulu itu tujuannya untuk mencegah terjadinya kejahatan dalam transaksi menggunakan mata uang. “Terutama transaksi jual beli yang menggunakan mata uang rupiah.
Sosialisasi untuk menekan terjadinya penipuan dalam lingkungan masyarakat. Karena masyarakat awam sukar membedakan uang palsu dan asli. Dalam sosialisasi dijelaskan cara mengetahui uang palsu,” bebernya. (imr)










