Total komoditas Berau yang diekspor saat ini mencapai 50 Ton perbulan dengan tujuan Hongkong dalam keadaan fresh dan hidup agar meningkatkan nilai jual komoditas tersebut tentu dapat diakomodir oleh pengiriman melalui udara.
Dalam menunjang kebutuhan pengiriman kargo melalui udara, Bandara Kalimarau sendiri saat ini memiliki cold storage berkapasitas 8 ton.
"Menko PMK Bapak Muhadjir Effendy melihat potensi tersebut dapat dikembangkan, beliau menyampaikan harapannya agar cold storage di Bandara Kalimarau dapat bertambah kapasitasnya dengan bantuan dari pemerintah daerah sehingga kebutuhan pangsa pasar marine product dapat terpenuhi," ujar Kepala Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin kepada Korankaltim.com Minggu (4/2/2024) hari ini.
Terpisah, Sekda Berau Muhammad Said menjelaskan, rencana kedatangan pesawat kargo menjadi pertimbangan dan prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Berau.
Pemkab Berau bersama Badan Layanan Umum Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, maskapai penerbangan, Bea Cukai, Eksportir, dan Balai Karantina telah menggelar rapat koordinasi terkait hal tersebut beberapa waktu lalu.
"Rencana ada dua maskapai kargo yang siap datang ke Berau, tipe Boeing 737-800 milik Relindo United Servis (RUS) dan Blue Bird Nordic (BBN) dengan beban angkut sampai 20 ton," jelas Said.
"Untuk harga, kami belum dapat hitungan pastinya. Tapi, dengan hadirnya kargo di Berau akan meningkatkan upaya dari pelaku usaha untuk meningkatkan usahanya," ungkapnya.
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, kemudian dinas-dinas terkait lainnya juga memberikan tanggapan yang postif. OPD yang ada juga bisa mengalkulasikan komoditas-komoditas yang ada di Berau yang bisa dilakukan melalui maskapai kargo ini. "Semoga dalam tahun ini bisa dioptimalkan targetnya," harap Said.
Editor: Aspian Nur