Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, Supriyanto menjelaskan, sebanyak 692 jiwa pengangguran pada tahun 2023 bertambah, hal tersebut disertai dengan peningkatan jumlah penduduk bekerja.
Berbeda dengan tahun 2022 jumlah pengangguran di Kabupaten Berau sebanyak 5.715 jiwa. Angka tersebut menurun bila dibanding tahun 2021 sebanyak 842 jiwa. “Tahun 2023 kembali meningkat dibanding tahun 2022,” ujarnya, Rabu (24/1/2024).
Selain itu, sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2023 jumlah angkatan kerja meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Angkatan kerja menunjukkan jumlah penduduk yang masuk pada pasar kerja, pada tahun 2023 sebanyak 129.561 jiwa masuk dalam angkatan kerja dengan 91.044 jiwa laki-laki dan 38.517 jiwa perempuan.
Hal itu pun berpengaruh pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2023 TPT cukup berfluktuatif, namun selama tiga tahun terakhir terjadi penurunan angka pengangguran. TPT tertinggi ada pada tahun 2021 sebesar 5,82 persen dan angka terendah di tahun 2023 sebesar 4,49 persen. “Kenaikan TPT di tahun 2021 juga dipengaruhi oleh pandemi Covid-19,” ungkapnya.
Bahkan, nilai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami tren yang cukup fluktuatif. Pada tahun 2023 nilai TPAK naik sebesar 1,94 persen menjadi 66,91 persen. Nilai TPAK yang meningkat ini mengingikasikan bahwa perbandingan penduduk yang memasuki pasar kerja dengan penduduk usia kerja pada tahun 2021 dan tahun 2022 mengalami penurunan.
Penurunan nilai ini diindikasikan terjadi karena berbagai faktor yakni faktor demografi, sosial dan ekonomi. “Lima tahun terakhir, TPAK tertinggi pada tahun 2020 dengan nilai TPAK sebesar 67,40 persen,” katanya.
Selain itu, Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) menunjukkan bahwa dari 100 penduduk yang masuk pada angkatan kerja ada 90 penduduk yang bekerja. Hal ini menunjukkan kenaikan nilai TKK pada tahun 2023 sebesar 0,7 persen menjad 95,05 persen. “Di lima tahun terakhir, nilai TKK tertinggi ada pada tahun 2023 yaitu sebesar 95,05 persen,” tutupnya.
Editor: Maruly Z