Di bawah pendampingan dan pembinaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, para pejuang Sigap selalu diawasi, baik kinerja dan kualitas dalam melakukan pendampingan pemerintah kampung.
"Ketika ada terdengar pejuang Sigap bekerja di luar tupoksinya, seperti ikut bekerja dalam pembangunan fisik pemerintah maka saya perintahkan kepala kampung atau OPD terkait langsung memberhentikan pejuang Sigap tersebut," tegasnya.
Berbagai program telah dijalankan para pejuang Sigap dengan baik hingga menjadi sebuah capaian yang luar biasa bagi setiap kampung selama lima tahun. Pendampingan yang diberikan oIeh para pejuang Sigap dalam bidang ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam serta atas kelola pemerintah banyak terlihat hasilnya.
Digitalisasi pemerintah kampung juga menjadi salah satu fokus para pejuang sehingga dapat mengembangkan sistem informasi desa yang juga sudah banyak mempermudah dalam mendapatkan informasi profil kampung sebagai media publikasi dan menginvetarisir potensi kampung dan pelayanan terintegrasi.
"Di mana program ini tentu juga hasil sinergi bersama para perangkat OPD, kampung dan kecamatan, pihak-pihak yang turut berperan, serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Berau dalam pemberdayaan masyarakat kampung," ucapnya.
Selain itu, program Sigap Sejahtera ini merupakan program pertama dalam 18 program unggulan Pemerintah Kabupaten Berau. Program ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Berau.
Setiap tahun sebanyak 112 orang diberikan pelatihan dan bertugas memberikan pendampingan dalam pembangunan kampung. Selama satu periode pelaksanaannya, sebagian generasi pejuang Sigap yang telah purna, kembali ke daerah sebagai agen pembangunan dengan menjadi ASN, aparatur kampung dan kecamatan, sekretaris kampung hingga menjadi kepala kampung.
Para pejuang Sigap juga senantiasa membantu peningkatan perekonomian masyarakat kampung dengan pendampingan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) serta pemanfaatan potensi kampung. Selain itu, pejuang Sigap Sejahtera bersama pendamping desa juga berkontribusi dalam peningkatan status. Indeks Desa Membangun (IDM).
Dengan rincian pada tahun 2023 ini terdapat 17 kampung berstatus mandiri, 39 kampung bersatus maju, 43 kampung berkembang, dan 1 kampung tertinggal.
"Ini artinya selangkah lagi Kabupatn Berau menjadi daerah bebas desa tertinggal. Saya berharap, pencapaian ini dapat terus kita tingkatkan, dan pendampingan kampung terus dilakukan dan menjadi komitmen kita dalam mewujudkan dampak optimal bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah perkampungan di Kabupaten Berau," tutupnya.
Editor: Maruly Z