Ia mengakui, pemasangan PJU bukan menjadi program prioritas Pemkab, namun menurutnya PJU di titik-titik lokasi yang cukup rawan bila malam hari menjadi perhatian khusus.
"Untuk saat ini pemasangan PJU masih proses di empat kecamatan terdekat dan sudah saya pastikan, tahun depan PJU di Kabupaten Berau akan merata termasuk kampung-kampung," ungkapnya, Jumat (29/12/2023).
Pasalnya, Sri kerap sekali menjumpai jalan-jalan yang berada di perkotaan dengan kondisi gelap gulita dan sangat rawan terjadi tindak kriminal. Guna menuntaskan pemasangan PJU tersebut, pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar Rp60 miliar yang akan dialokasikan dari APBD Perubahan tahun anggaran 2023 dan APBD murni tahun anggaran 2024 mendatang.
Ia meminta, kepada instansi terkait untuk segera menyelesaikan pemasangan PJU secara menyeluruh sesuai titik lokasi yang dibutuhkan. "Kita upayakan tahun 2024 semua kampung tidak ada lagi lokasi jalannya yang gelap," ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Andi Marewangeng menjelaskan proses pemasangan PJU hingga akhir tahun ini sudah memcapai 98 persen. Target dari 495 titik PJU masih tersisa 4 titik yang belum terpasang.
Hal tersebut lantaran titik lokasi pemasangan PJU terhambat oleh pengerjaan drainase. "Sudah 491 titik, 4 sisanya masih proses pemasangan," tuturnya.
Pihaknya pun telah menyiapkan rencana tahun depan terkait pemangasan PJU di seluruh kampung. Diakui, untuk mencapai pemenuhan PJU seluruh kabupaten di Berau membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Namun, dirinya optimis untuk terus melaporkan perkembangan pemasangan secara berkala. "Perlu perencanaan. Dan kita optimis bisa selesai yang untuk tahun ini,” pungkasnya.
Editor: Maruly Z