Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi mengatakan, satu kecamatan tersebut yakni Kelay. Salah satu yang menjadi kendala kata Didi karena jaringan telekomunikasi di Kecamatan Kelay masih sangat terbatas dan skema pemasangan, sehingga masih menyisakan beberapa titik yang masih proses pemasangan WiFi.
"Sementara progresnya sudah mencapai 97 persen. Memang di Kelay ini butuh perjuangan untuk pemasangannya," ujarnya, Jumat (22/12/2023).
Menurutnya, untuk wilayah Kelay memang diperlukam tower atau base transceiver station (BTS) yang bisa memfasilitasi jaringan telekomunikasi semua kampung yang ada di Kecamatan Kelay. Sebelumnya, pemasangan jaringan dengan sistem radio di Kecamatan Kelay sudah pernah direncakan.
Namun, menghubungkannya perlu pemasangan titik tower di atas gunung, terlebih belum adanya provider yang bisa diajak bekerja sama. "Jadi, kalaupun dipasangkan radio, tetap belum bisa kalau bukan tower,” paparnya.
Diketahui, sekitar 997 titik WiFi gratis yang sukses terpasang di seluruh kecamatan di Berau. Dan Kecamatan Tanjung Redeb menjadi kecamatan dengan jumlah pemasangan terbanyak, yakni mencapai 238 titik. Lalu, Kecamatan Teluk Bayur 131 titik dan Sambaliung 113 titik. Didi mengatakan, berdasarkan rekapan yang ada, pada 2022 sebanyak 503 titik yang sudah terpasang dan tahun 2023 sebanyak 494 titik.
Terdapat tiga teknologi yang digunakan untuk pemasangan titik WiFi gratis. Pertama, Fiber Optic (FO) yang telah dipasang sebanyak 255 titik, Wireless P2P sebanyak 239 titik dan terakhir menggunakam VSat yang ditujukan untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau bila menggunakan dua teknologi sebelumnya.
"Ada enam titik menggunakam teknolosi VSat, yakni di tiga kecamatan yaitu Kelay, Segah dan Biduk-biduk," ungkapnya.
Untuk Kecamatan Kelay meliputi Kampung Long Duhung, Long Lamcin, Mapulu, dan Suluy. Sedangkan di Kecamatan Biduk-biduk terdiri dari Kampung Teluk Sumbang dan Punan Segah, dan Teluk Sumbang di Kecamatan Segah.
Dirinya menegaskan, bahwa untuk tahun 2024 mendatang, pihaknya akan fokus untuk memantau perawatan rutin WiFi gratis yang sudah terpasang, salah satunya soal pembayarannya.
Hal itu dilakukan sembari menunggu arahan untuk program berikutnya. "Semua tergantung arahan bupati, kalau 1.000 sudah terpasang, tinggal tiap tahunnya kita bayar perawatannya, termasuk bayar biayanya. Seperti pembayaran Wifi pada umumnya,” tuturnya.
Pemberian WiFi gratis ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Berau, terutama masyarakat yang bermukiman jauh dari pusat kota Berau. Sehingga, akses internet yang baik bisa menggerakkan berbagai bidang, seperti menggiatkan penjualan daring atau memudahkan pelajar mengakses internet mencari tambahan ilmu.
"Di dunia yang sekarang ini serba teknologi, pasti pemanfaatan Wifi gratis ini diharapkan bisa membantu masyarakat Berau lebih kreatif diberbagi sektor," tandasnya.
Editor: Maruly Z