Merespon hal tersebut, Kepala BLU UPBU Kalimarau, Ferdinand Nurdin mengatakan, rute Citilink dari Bandara Kalimarau menuju Maratua merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan sarana transportasi di Maratua.
Memang kata dia, untuk mewujudkannya perlu komitmen kuat dari kepala daerah, dan kerja sama dari semua pelaku usaha di Maratua. Sebab, berdasarkan tawaran dari Citilink agar bisa terbang ke Maratua, yakni ketirisian seat atau kursi.
Ada beberapa metode yang ditawarkan, mulai dari kerja sama deposit subsidi, dan block seat. Skema subsidi dikatakannya, Pemkab Berau memberikan subsidi penerbangan yang berlaku selama 3 bulan.
Untuk perkiraan berdasarkan kajian Citilink berkisar Rp736 ribu untuk sekali jalan. Untuk ketirisiannya minimal ada 40 penumpang yang harus terpenuhi.
Adapun rencana penawaran penerbangan ke Maratua, yakni 2 kali dalam seminggu, yakni pada Kamis dan Minggu untuk pulang pergi, atau Jumat dan Minggu.
"Kapasitas penumpang 40 seat, ketika jumlah penumpang kurang dari 40 maka akan dikurangi dari deposit," jelasnya, Selasa (28/11/2023).
Skema tersebut hanya sebagai perangsang bagi wisatawan untuk berkunjung ke Maratua. Dengn begitu, Maratua akan semakin ramai dan mudah untuk dijangkau. "Karena ini akan berdampak sangat besar bagi kemajuan objek wisata Maratua," terangnya.
Kajari Berau, Hari Wibowo mengatakan, sebagai pendamping Pemkab Berau, terus membantu dan mendorong Pemkab Berau dalam merealisasikan penerbangan Citilink dari Kalimarau menuju Maratua.
Bahkan, dirinya juga mengundang pihak manajemen Citilink berdiskusi terkait rencana itu. Untuk diketahui, dengan segala konektivitas yang dimilikinya, Kajari Berau memiliki peran penting dalam mendatangkan Batik Air dari Lions Air Group ke Bandara Kalimarau.
"Saya akan segera sampaikan ke Bupati Berau, agar rencana ini dapat segera terealisasi. Apakah nanti akan menggunakan blockseat atau deposit subsidi," tandasnya.
Stasiun Manager Citilink, Arief Budianto menyebut, untuk potensi Citilink ke Maratua sangat mungkin terjadi. Apalagi, dengan landasan pacu sepanjang 1.800 meter, tidak hanya pesawat tipe ATR, tapi juga pesawat jet pribadi bisa landing di Maratua. "Kalau saya bilang untuk potensi apakah Citilink bisa mendarat di Maratua dari Bandara Kalimarau, itu seribu persen," katanya di kantor Kejari Berau.
Arif juga menjelaskan, ada beberapa daerah sudah menerapkan skema baik block seat maupun deposite subsidi terkait transportasi udara. Seperti yang digunakan di Makassar, misalnya satu pesawat ada 130 seat, maka pemerintah setempat melakukan block seat sebanyak 70 tempat duduk, dan 60 sisanya dijual.
Kemudian, untuk skema subsidi itu telah dilakukan Daerah Mamuju, Toraja, dan yang terbaru adalah di Raja Ampat, Papua yang mulai menerapkan deposit subsidi pada Januari 2024 mendatang. "Sangat disayangkan, bila potensi Maratau tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin," tutupnya.
Editor: Maruly Z