Mengusung tema 'Ikan untuk Generasi Emas', Harkanas ke-10 ini juga diisi dengan bazar ikan hias dan olahan hasil ikan, hingga lomba mewarnai tingkat TK dan SD, lomba fotografi tingkat SMA yang digelar di Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (12/11/2023).
Kepala Diskan Berau, Dahniar Ratnawati menyampaikan, kegiatan Harkanas ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat pentingnya asupan ikan dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
Dia menjelaskan, menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan bahwa konsumsi ikan di Indonesia pada 2022 sebanyak 56,48 kg per kapita per tahun. Angka tersebut meningkat 2,38 persen dibanding 2021 yang jumlahnya 33,89 kg per kapita per tahun.
Adapun produksi perikanan Indonesia pada 2021 menyentuh angka 14,65 ribu ton untuk perikanan budidaya pembesaran dan 7,23 ribu ton untuk perikanan tangkap laut dan perairan umum daratan. "Karena peringatan Harkanas ini tidak hanya berkaitan dengan ikannya, tetapi juga berkaitan dengan habitatnya," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, Harkanas ke-10 yang diperingati setiap tanggal 21 November sebagai refleksi bersama akan kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki Kabupaten Berau dan sudah sepatutnya selaras dengan peningkatan pemenuhan gizi masyarakat.
Seperti diketahui, ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi, tentunya akan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehat, cerdas, dan kuat sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Berau, ayo kita budayakan gemar makan ikan untuk kesehatan kita dan keluarga," ungkapnya.
Hal ini juga berkaitan dengan melimpahnya berbagai jenis ikan di Kabupaten Berau. "Kita sama sekali tidak kekurangan komoditas ikan, kita pun juga memiliki daya kreativitas untuk mengolahnya menjadi bahan makanan maupun mengemasnya dalam kemasan siap konsumsi," tuturnya.
Kemudian, ia juga senantiasa memberikan perhatian besar kepada para nelayan, baik dari sisi pengetahuan, pemberian jaminan kesejahteraan, hingga penyaluran bantuan peralatan sebagai daya dukung untuk peningkatan produktivitas nelayan.
Ia mendorong kepada Diskan Berau, agar terus melakukan pendampingan kepada nelayan dan masyarakat untuk melakukan penganekaragaman komoditas ikan, tingkatkan usaha budidaya, khususnya untuk komoditas-komoditas unggulan laut Berau, seperti udang, dan sebagainya.
Editor: Maruly Zainuddin