Kepala Dispusip Berau, Yudha Budi Santosa mengatakan, sebelumnya dari pihak GPMB Berau telah membuat sarana untuk membaca yang diberi nama kontainer buku. Sehingga kolabrasi ini dianggap sesuai dengan rencana Dispusip membuat ruang baca terbuka yang berlokasi di samping Halaman Kantor Dispusip Berau.
“Saya sudah membuat juga dengan menuangkan ide membuat ruang baca terbuka dengan konsep suasana seperti di cafe dan santai,” ucapnya kepada korankaltim.com, Jumat (10/11/2023).
Rencana tersebut menggelontorkan anggaran sekitar Rp170 juta melalui anggaran APBD Murni tahun 2023. Yudha menargetkan ruang baca terbuka akan selesai pada akhir bulan November tahun ini dan dapat digunakan secara umum oleh masyarakat pada bulan Desember mendatang.
“Tahun ini juga selesai. Jadi kontainer buku akan menjadi tempat buku-bukunya dan pengunjung nanti bisa membaca di halaman yang sudah kita siapkan,” ungkapnya.
Ruang baca terbuka nantinya akan dilengkapi dengan sarana tempat duduk sehingga pengunjung yang datang untuk membaca merasa nyaman. Selain itu, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada pihak ketiga selaku wirausaha yang ingin bermitra dan membuka usahanya di tempat yang telah disiapkan.
“Rencana, kami ingin bekerja sama dengan pihak lain, seperti ada pengusaha yang ingin bermitra kita sediakan tempatnya. Jadi konsepnya suasana cafe tapi juga ada literasinya,” tuturnya.
Dirinya berharap, dengan adanya ruang baca terbuka, nantinya Dispusip bisa beroperasi hingga malam hari setiap hari Sabtu dan Minggu. Tentu progres ini juga telah menambahkan koleksi-koleksi buku yang ada di perpustakaan Dispusip, ia menyebut anggarakan yang dikeluarkan untuk menambahkan koleksi atau memperbaharui buku sebesar Rp900 juta.
“Target kami bisa buka sampai malam, walaupun hanya hari Sabtu dan Minggu. Kalau tenaga kerjanya nanti kita belum bisa memastikan, karena kita sudah tidak bisa menambah tenaga kerja. Mungkin memperdayakan yang ada saja,” tandasnya.
Secara terpisah, Ketua GPMB Berau, M Ichsan Rapi mengatakan banyak upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan literasi di Kabupaten Berau. Seperti menyediakan kontainer baca, gerobak baca serta memberikan revitalisasi pada pojok baca yang ada di kampung-kampung.
Seperti yang saat ini sedang dalam progres yakni penyediaan 30 unit gerobak baca yang akan disalurkan untuk lingkup SD, SMP dan SMA serta satuan rumah sakit dengan besar anggaran kurang lebih Rp500 juta. “Tidak hanya lingkup Kecamatan Tanjung Redeb saja, tapi sampai ke kampung-kampung,” katanya.
Sebagai Ketua GPMB Berau, minat baca sudah harus ditanamkan dan dipelihara agar tumbuh dan membuahkan hasil. Sehingga tugas GPMB dimaknai sebagai menabur bibit kepada setiap kalangan yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat serta pengembangan literasi di Bumi Batiwakkal.
“Banyak yang minta ke kami, bahkan untuk Dispusip kita anggarkan sekitar Rp3 Miliar untuk fasilitas dan menambah koleksi buku-buku,” tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin