"Mengingat sebagian pembelanjaan adalah untuk kesejahteraannya, kemudian dengan penyertaan modal kepada perusahaan daerah, diharap perusahaan daerah kinerja lebih baik, sehat dan profesional sehingga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah," ucapnya Selasa (7/11/2023).
Pasalnya, dengan pendapatan yang cukup signifikan, dia berharap peningkatan pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kesejahteran makin meningkat.
"Karena dengan semakin banyaknya belanja untuk bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih, listrik, jaringan telekomunikasi dan lain lain," ungkapnya.
Tak hanya itu, Sri mengharapkan kepada seluruh instansi agar dalam pelaksanaan APBD tahun 2024 dapat mengoptimalkan penyerapan anggaran serta meningkatkan kinerja dan pengawasan.
"Hal ini sehingga pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2024 sesuai dengan rencana dan arahan kebijakan pembangunan daerah, agar apa yang menjadi tujuan untuk mensejahterakan masyarakat dapat kita wujudkan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, berdasarkan pendapat akhir fraksi Golkar, pihaknya juga menyetujui rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun 2024 untuk segera ditetapkan menjadi peraturan daerah Kabupaten Berau.
"Dengan porsi total pendapatan Rp4,2 triliun yang terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp254 miliar, kemudian dana pendapatan transfer Rp4 triliun serta total belanja mencapai Rp4,7 triliun," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin