Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau harus lebih serius membantu masyarakat di kampung terutama infrastruktur kampung. Karena berulang kali, masyarakat mengeluhkan tentang akses jalanan daerah yang tidak kunjung diperbaiki. “Masyarakat di kampung itu teriak-teriak, karena akses jalan mereka tidak bisa dinikmati mereka,” tegasnya, Minggu (5/11/2023).
Dikatakannya, seperti perbaikan akses jalan di Kecamatan Kelay, berdasarkan data APBD tahun 2023, realisasi perbaikannya masih beberapa persen yang dikerjakan oleh Pemkab Berau. Sehingga dirinya meminta kejelasan dari OPD terkait untuk tujuan pengaspalan yang dilakukan di Jalan SA Maulana, beberapa hari yang lalu.
Pasalnya, jalan raya yang berada di pusat perekonomian utama kota Tanjung Redeb tersebut baru saja diaspal tahun lalu. "Lalu kenapa aspal yang di depan rumah sehat Baznas, BNI itu di aspal lagi? Padahal tahun lalu barusan di aspal," ungkapnya.
Sehingga Madri meminta alasan terkait banyaknya jalan di perkotaan Tanjung Redeb yang kondisi jalannya masih bagus namun dilakukan pengaspalan. Dirinya pun menegaskan, jangan sampai pengerjaan tersebut beralasan agar serapan APBD terserap dengan maksimal, namun di luar dari kebutuhan masyarakat.
"Nah, saya minta alasan itu kepada pemerintah daerah, jadi yang harus dibangun itu bukan kotanya selalu dibangun menjadi pekerjaan untuk terserapnya APBD, tetapi kampung-kampung yang ada namanya pemerataan keadilan setiap kampung," tegas Madri Pani.
Menurutnya, dari pada mengaspal jalan yang sudah diaspal pada tahun 2022 lalu kembali dilakukan, maka akan membuat masyarakat pedesaan kecewa. Bahkan pihaknya sering menerima laporan dari kepala kampung bawasannya sudah ada beberapa tahun lalu akses jalan raya yang rutin mereka lalui tidak kunjung mendapat perbaikan. “Kan ini membuat menyakiti masyarakat yang ada dipedesaan, tidak boleh begitu lah," paparnya.
Editor: Maruly Zainuddin