Kasmawati, warga yang melihat kejadian otu mengatakan, api pertama kali muncul dari atap rumah dan tidak lama terdengar suara ledakan yang diduga dari tabung gas LPG.
“Saya dengar suara teriakan ada kebakaran tapi api cepat membesar dan muncul di atap rumah tersebut,” kata Kasma kepada Korankaltim.com.
Rumah yang erbakar tersebut berbahan kayu dan disekat-sekat menjadi tiga pintu yang dikontrakkan oleh pemiliknya. Satu pintu merupakan konter HP, dua sekat lainnya merupakan rumah tinggal dan gudang.
"Satu pintu dijadikan konter, rumah tinggal dan satunya dijadikan gudang. Diduga api berasal dari dapur, entah pemiliknya sedang masak ditinggal atau seperti apa. Saya mendengar satu kali ledakan itu tadi,” bebernya.
Sementata Koordinator Lapangan BPBD Berau, Agus H mengatakan, pihaknya menerjunkan 15 orang personel dengan mengerahkan enam mobil Damkar untuk memadamkan api agar tidak meluas. Kendala yang dihadapi saat melakukan proses pemadaman adalah kurangnya personel sehingga memerlukan usaha ekstra untuk bisa menjinakkan api secepatnya. “Alhamdulillah meski kekurangan personel tetap bisa atasi,” kata Agus.
Selama proses pemadaman banyak pihak yang turut membantu, baik dari TNI-Polri, PMI, KPHP dan masyarakat sekitar yang ikut bekerjasama dalam melakukan pemadaman kebakaran.
"Terima kasih kepada TNI-Polri, PMI, KPHP dan masyarakat sekitar yang ikut membantu proses pemadaman pada hari ini,” ujar Agus.
Editor: Aspian Nur