Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Berau, Muhammad Said sekaligus membuka kegiatan ini. Adapun tujuan jambore ini sebagai ajang peningkatan motivasi dan prestasi kader Posyandu dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Sebab, kader Posyandu merupakan ujung tombak pelaksana program kesehatan di akar rumput.
"Untuk itu, sudah semestinya, para kader diberikan pembekalan dan pemahaman, salah satunya melalui ajang jambore ini," ujar Muhammad Said dalam sambutannya.
Selain itu, jambore ini juga bertujuan untuk memperkuat jalinan kerja sama dan kekompakan antar kader Posyandu, sekaligus wadah bertukar informasi mengenai perkembangan kekinian. Dirinya berharap, ke depan Posyandu di Kabupaten Berau dapat bertransformasi dan memberikan layanan kesehatan secara profesional, terutama dalam menangani kasus stunting.
"Saat ini angka prevalensi stunting di Berau sebesar 21,6 persen. Dan Pemkab Berau menargetkan angka tersebut turun menjadi 17,4 persen," tegasnya
Sehingga, upaya intervensi spesifik, sensitif, dan pencegahan stunting juga harus dilakukan secara berkelanjutan, seperti program nasional Aksi Bergizi, pemberian tablet tambah darah, termasuk pengamatan tumbuh kembang bayi dan balita serta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan oleh Posyandu.
"Saya juga mendorong perangkat Dinas Kesehatan, UPT Puskesmas, Kader Posyandu untuk berkontribusi dalam melaksanakan program dan kegiatan kesehatan," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin