Wakil Bupati (Wabup) Berau sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Gamalis mengatakan, untuk mencapai target tersebut, TPPS akan berfokus pada masing-masing lokasi khusus (Lokus) stunting.
Saat ini, tim masih melakukan identifikasi di lokus Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. Terdapat empat sasaran yang menjadi target yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas dan baduta serta balita.
"Kita menargetkan bisa turun 14 persen tahun depan,” jelasnya saat membuka desiminasi audit kasus stunting di Kampung Maluang dan Kelurahan Gunung Tabur, Kamis (26/10/2023).
Dikatakannya, berdasarkan data yang ada di Kampung Maluang, jumlah sasaran untuk baduta dan balita sebanyak 19 orang, sementara di Kelurahan Gunung Tabur sasaran ibu sebanyak 4 orang dan baduta dan balita sebanyak 5 orang.
Kegiatan audit ini juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan koordinasi percepatan penurunan stunting antar seluruh pihak yang terlibat di dalamnya. "Sekaligus mengevaluasi capaian kinerja TPPS di daerah lokus serta penyampaian program percepatan penurunan stunting," ungkapnya.
Menurutnya, karena stunting ini memberikan dampak yang sangat besar, tidak hanya pertumbuhan anak saja, tapi perkembangan otaknya terhambat.
"Sehingga diperlukan pemahaman kepada ibu hamil, anak remaja mengenai pentingnya mencukupi kebutuhan gizi. Termasuk anak balita yang masih bisa dicegah risiko stuntingnya," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis memberikan atensi khusus dalam upaya penurunan stunting.
Bersama pengurus dan kader PKK melalui program pokoknya memiliki tugas dan tanggungjawab yang berat sebagai mitra pemerintah untuk bersama sama menurunkan angka stunting.
Di Kabupaten Berau, dikatakan Sri Aslinda berbagai program telah dilaksanakan bersama OPD terkait dan juga TPPS dalam beberapa tahun terakhir kasus stunting menunjukkan penurunan dan saat ini telah berkisar 21,6 persen.
Bersama seluruh kader disetiap tingkatan dan mitra kerja pihaknya terus berupaya menurunkan kasus stunting hingga mencapai target dibawah 14 persen pada tahun depan. “Kita terus aktif memantau pertumbuhan anak dan pembinaan kepada keluarga bina balita di wilayahnya masing masing,” tandasnya.
Editor: Maruly Zainuddin