Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau, Tentram Rahayu mengatakan, hingga saat ini sudah ada sebanyak 173 orang calon kepala kampung yang berasal dari 53 kampung di Berau yang mendaftar dalam Pilkakam tahun ini.
Dari 173 orang calon Pilkakam tersebut berlatar belakang sebagai petahana, perangkat kampung, anggota BPK, TNI, pejuang Sigap, P3K dan PNS. “Semua ikut Pilkakam serentak kecuali Kecamatan Tanjung Redeb karena masuknya kelurahan,” ujar Tentram, Minggu (22/10/2023).
Bagi calon peserta Pilkakam yang berstatus PNS, nantinya dipersilahkan mengambil cuti dan sudah diberikan rekomendasi oleh pembina kepegawaian tertinggi yakni Bupati Berau. Setelah itu, berkas para calon Pilkakam yang telah lengkap dan telah diverifikasi ditetapkan menjadi calon tetap.
Ia menjelaskan, sudah ada tiga kampung yang telah melaksanakan ujian tertulis, seperti di Kampung Teluk Semanting, serta Kecamatan Pulau Derawan yang memiliki tujuh bakal calon. “Namun hanya boleh lima calon saja,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan agar para calon kepala kampung dapat bersaing secara sehat dan tidak melibatkan lembaga kampung pada proses pencalonan. Terutama bagi calon kepala kampung yang sebelumnya telah ada ikatan dengan lembaga kampung atau incumbent untuk tidak memanfaatkan keterikatan dengan lembaga kampung dalam proses pencalonan.
Selain itu, Sri Juniarsih juga mengingatkan agar para calon kepala kampung dapat memanfaatkan waktu cuti dengan sabaik-baiknya. Ia juga menghimbau agar kepada calon kepala kampung untuk tidak mengumbar janji kepada calon pemilih setelah menjadi kepala kampung yang terpilih nanti. Termasuk tidak menggunakan politik uang demi mencari suara. “Gunakan masa cuti dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Sementara itu, ia juga meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat melakukan langkah terpadu guna mensukseskan Pilkakam serentak, termasuk menciptakan suasana aman, damai dan kondusif dalam proses Pilkakam.
“Saya berpesan kepada seluruh calon kepala kampung untuk tidak hanya berfikir untuk menang, tetapi bagaimana harus saling mendukung dan menghargai keputusan yang nanti dihadapi. Terima dengan lapang dada,” tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin