Dalam surat tuntutan aspirasi tersebut, menurutnya berisikan keinginan mahasiswa agar kebutuhan sarana dan prasarana mereka mampu terealisasikan dan terpenuhi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.
Saga mengatakan, pada Maret 2023, sejumlah asrama Berau di luar daerah mendapat rehebilitasi hingga renovasi yang dilakulan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau. "Yang saya kunjungi kemaren salah satu asrama putra di Sempaja sudah dilakukan rehab," ungkapnya, Jumat (13/10/2023).
Menurutnya, aksi demo yang dilakukan anggota KPMKB kurang tepat. Seharusnya dari pihak penghuni asrama bersurat ke pemerintah daerah atau ke DPRD Berau. Selain itu, pemerintah daerah bisa bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memberikan bantuan yang berasal dari CSR perusahaan. "Kalau hanya Sapras (sarana dan prasarana), bisa kita alihkan dengan CSR," ungkapnya.
Dirinya berharap, pemerintah daerah mencarikan solusi yang tepat, sehingga hal ini tidak terjadi lagi. "Karena sudah mencuat ke permukaan kita berharap Pemkab Berau bisa cepaf tanggap," ujarnya.
Kemudian, untuk para anak mahasiswa Berau yang berkuliah di Samarinda tidak harus melakukan aksi demo. "CSR yang bisa kita alihkan ke sana banyak dan Pemda harus segera mencari solusi untuk para anak-anak mahasiswa Berau dapat terpenuhi kebutuhannya," tandasnya.
Editor: Maruly Zainuddin