Penanganan Stunting di Berau Tak Semudah Membalik Telapak Tangan
1 menit baca362 kali dibaca

Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Kendati angka kasus stunting di Kabupaten Berau terus mengalami penurunan, namun menurut Ketua DPRD Berau Madri Pani, penanganan yang dilakukan pemerintah kabupaten perlu dievaluasi, utamanya wilayah perkampungan yang jauh dari kota.
Kecamatan-kecamatan yang jauh dari perkotaan seperti di kawasan pesisir perlu memperoleh perhatian khusus untuk penanganan stunting sementara di wilayah kecamatan terdekat tidak perlu terlalu diperhatikan karena sudah cukup baik.
“Yang kasihan itu di wilayah perkampungan yang jauh dari kota yang harus diperhatikan,” kata Madri kepada Korankaltim.com Selasa (10/10/2023).
Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Berau sebaiknya tidak hanya berfokus pada penurunan angka stunting tetapi bagaimana masyarakat diberikan pemahaman terkait dengan pencegahan sedini mungkin.
Seperti program yang sudah pernah dilakukan pada tahun 2012 hingga 2013 yaitu program pendampingan untuk para calon ibu dari sebelum hamil hingga lahiran yang bertujuan untuk pencegahan stunting.
“Sebelumnya itu sudah pernah terprogram dengan baik dan ini yang seharusnya dilakukan pemerintah kabupaten,” paparnya.
Diakuinya, penanganan penurunan stunting tidak semudah membalikkan telapak tangan sebab memerlukan waktu yang cukup lama agar bisa terlihat hasilnya sehingga memerlukan usaha ekstra untuk memperoleh yang ditargetkan.
“Keluarkan saja anggaran sebesar-besarnya. Apapun programnya sebaiknya dilakukan secepatnya dan tepat agar hasilnya juga optimal,” pungkas Madri.
Editor: Aspian Nur









