Wakil Bupati Berau Sebut Posyandu Ujung Tombak Penanganan Stunting
1 menit baca555 kali dibaca

Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Stunting atau penyakit gizi yang saat ini jadi musuh bersama di seluruh Indonesia untuk diberantas juga jadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau.
Wakil Bupati Berau, Gamalis yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Berau menegaskan kalau Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan ujung tombak dalam penanganan dan pencegahan stunting di masyarakat.
“Posyandu memiliki peran penting, disamping beberapa program yang juga dilaksanakan dalam menangani dan mencegah stunting,” ujar Gamalis Selasa (10/10/2023) hari ini.
Satu diantara yang berperan dalam optimalisasi posyandu adalah Tim Penggerak Pemberdayaan Dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang memiliki kekuatan hingga dasa wisma dan juga kader posyandu.
Diharapkan PKK dengan dukungan pemerintah kecamatan dan kampung dapat terus mengaktifkan dan mengoptimalkan posyandu dan terus mendorong kesadaran masyarakat untuk berkunjung membawa anak balitanya ke posyandu.
Pasalnya di posyandu akan dilaksanakan pemeriksaan rutin, penyuluhan, suplemetasi gizi, hingga pemantauan kesehatan anak.
“Perlu kerja bersama PKK bersama kader mengaktifkan posyandu, lurah dan kepala kampung bersama ketua RT mendorong warganya untuk berkunjung ke Posyandu,” sebut Gamalis.
Selain itu tim gabungan lintas sektor yang telah terbentuk akan terus diperkuat, membangun sinergi dan menyatukan program. Terlebih dengan keterlibatan instansi terkait maupun lembaga dan perusahaan swasta untuk bersama sama mengambil peran dalam penanganan stunting. Tidak hanya dihilir dengan upya menurunkan angka stunting saat ini berkisar 21,6 persen.
Pemkab Berau sudah merealisasikan berbagai inovasi mendukung penanganan stunting, mulai gerakan bersama wujudkan kelas gizi balita (Gebrakan Lagista), gerakan masyarakat peduli ibu hamil (Gemali Bumil), Halo Gizi, pelayanan sosial remaja serta mengoptimalkan program sanitasi terpadu berbasis masyarakat (STBM) yang terus digencar hingga ke setiap kampung.
Editor: Aspian Nur









