Penderita ISPA Meningkat di Berau, DPRD Minta Pemkab Tangani Serius
1 menit baca608 kali dibaca

Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Hingga Agustus 2023 lalu tercatat ada 677 orang penderita penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Pneumonia di Kabupaten Berau.
Ketua Komisi I DPRD Berau Peri Kombong menjelaskan, pemerintah kabupaten harus mengantisipasi hal tersebut dengan didukung peralatan medis yang memadai. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus memastikan prioritas pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terkena penyakit tersebut.
Dengan kondisi cuaca di Bumi Batiwakkal yang mulai tercemar polusi kabut asap, pemkab bersama OPD terkait harus siaga agar ISPA dan Pneumonia tidak meningkat.
“Seperti kabut asap saat ini, Dinkes (Dinas Kesehatan) perlu memastikan seluruh peralatan medis yang memadai, seperti oksigen, masker dan obat-obatan lainnya,” papar Peri kepada Korankaltim.com, Rabu (10/10/2023).
Dampak kabut asap yang ditimbulkan akan menjadi sebuah ancaman, terutama untuk kesehatan, bahaya yang ditimbulkan kabut asap dapat menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi. Apalagi kondisi tersebut didominasi oleh anak-anak, sebab sangat rentan terjangkit.
Hal itu diperkuat dengan data Dinkes Berau yang menyebut pada Juni 2023 lalu pederita dengan usia 15 tahun sebanyak 500 orang, bulan Juli naik menjadi 1.005 orang dan bulan Agustus naik sebanyak 1.237 orang.
“Saya harap, Puskesmas maupun rumah sakit memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat yang berobat, khususnya yang mengalami ISPA,” jelas Peri.
Politikus Gerindra ini menjelaskan, kasus ISPA juga terjadi karena disebabkan berbagai factor, seperti adanya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), debu jalan, asap rokok dan polusi udara akibat asap kendaraan.
Editor: Aspian Nur










