Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir mengatakan, setelah evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu, pertunjukan Maratua Jazz yang sudah masuk tahun keenam ini dipastikan akan lebih meriah. Sebab, selain akan ada tambahan anggaran, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan kampung untuk pengadaan fasilitas penunjang seperti resort atau penginapan selama pagelaran Maratua Jazz berlangsung.
Untuk itu, pihaknya akan melelang untuk mencari siapa yang akan menjadi penyelenggaraan Maratua Jazz dan Dive Fiesta. “Kita ada resort Green Nirvana dan juga homestay yang akan kami maksimalkan,” ucapnya kepada korankaltim.com, Jumat (6/10/2023).
Ilyas menambahkan, Maratua Jazz kali ini kembali akan mengundang artis kenamaan dari ibu kota dan dirinya berharap lokasi Maratua Jazz bisa bersanding dengan booth Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari 13 kecamatan yang ada di Berau.
“Jadi masing-masing Pokdarwis nanti bisa menjual atau memamerkan produk kuliner, kerajinan tangan dan kami akan kemas dengan rangkaian acara yang dapat membangun ekonomi kreatif masyarakat,” tandasnya.
Menanggapi itu, Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman mengatakan festival Maratua Jazz yang akan di gelar pada Oktober ini diharapkan tidak monoton apalagi dengan anggaran Rp600 juta yang dianggap terlalu besar.
Menurutnya, dengan anggaran sebesar itu, pegelaran Maratua Jazz dapat dirangkai dengan kegiatan lain seperti bazar bagi UMKM, sehingga dapat menjadikan ajang promosi potensi kampung serta membantu perekonomian masyarakat.
Dia menambahkan, untuk lokasi event harus ada evaluasi, sehingga tidak hanya berfokus pada Pulau Maratua saja, namun bisa memanfaatkan destinasi wisata yang lain seperti Kecamatan Biduk-Biduk atau wilayah pesisir lainnya.
Sakirman menyebut, Disbudpar harus lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan sektor pariwisata di Berau. Bila keterbatasan anggaran, pemerintah seharusnya punya alternatif lain seperti mencari donator untuk menggelar event pariwisata atau kegiatan yang menjadi ajang promosi wisata.
Editor: Maruly Zainuddin