Hal ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Berau Elita Herlina usai ditetapkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Berau senilai Rp5,1 Triliun.
Dengan waktu yang masih tersisa sekitar tiga bulan, semua bentuk serapan anggaran ataupun kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan diharapkan dapat teralisasi dengan baik dan cepat sesuai target yang ditentukan.
“Waktu tiga bulan cukup untuk merealisasi semua program yang telah direncanakan oleh masing-masing OPD terkait,” ujar Elita kepada Korankaltim.com Kamis (5/10/2023).
Diharapkan setiap pengerjaan yang telah dilakukan OPD terkait dari segi pembangunan tidak mengabaikan kualitas, agar anggaran terserap dan terealisasi dengan baik.
Kalau pemkab lebih memfokuskan pada serapan anggaran yang lebih baik maka ditahap akhir pelaporan anggaran tidak akan ada silpa atau sisa lebih penggunaan anggaran. “Serapan anggaran di Kabupaten Berau bisa dikatakan belum maksimal,” kata Elita lagi.
Terpisah, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan ada tiga OPD dengan serapan anggaran yang cukup tinggi, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan (Dinkes).
Gamalis meminta OPD untuk melakukan percepatan terutama terkait dengan pekerjaan fisik dan pengadaan serta proses pelelangan. “Waktu tidak terlalu panjang, hanya sisa dua setengah bulan saja,” jelas Gamalis
Kegiatan murni tahun 2023 terhitung dari September bulan lalu realisasi baru mencapai 49 persen. Tentu angka tersebut akan akan kembali mengecil pada saat nilai dari APBD Perubahanikut dijumlahkan. “Saya menghimbau kepada seluruh ASN di Satuan OPD terkait untuk menjalankan program kerjanya sesuai dengan tupoksi yang proporsional,” ucap Gamalis.
Editor: Aspian Nur