Kepala Dinas Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan mengatakan, meski harga beras mengalami kenaikan sejak beberapa bulan lalu, namun saat ini kondisinya sudah mulai stabil. Dia mengatakan, dampak dari El Nino sendiri tidak begitu berpengaruh kepada persediaan beras di Berau, karena konsumsi beras masyarakat lebih banyak dari produksi sendiri.
Berdasarkan perhitungan, stok beras minimal harus bertahan selama dua bulan, namun untuk Kabupaten Berau mampu bertahan hingga lima bulan. "Kalau dihitung dengan pragnosa (prediksi), kita (persediaan beras) sampai lima bulan, jadi itu lebih dari tahan dari standar yang ditentukan," ungkapnya kepada Korankaltim.com, Kamis (5/10/2023).
Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Bulog untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), karena program yang diluncurkan pemerintah ini sebagai bentuk lain operasi pasar (OP) yang sebelumnya dilakukan untuk mengintervensi pasar. SPHP sendiri menggunakan beras cadangan pemerintah di gudang Perum Bulog yang dijual dalam kemasan, bukan lagi curah. "Jadi ada beras yang kualitas medium yang harganya itu lebih rendah dari harga medium yang lain dengan harga Rp11.500 per Kg dan itu ada di Bulog dan disebar ke warung-warung juga," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menggelar pasar murah melalui festival kuliner yang di dalamnya ada bazar pangan murah pada 16 sampai 18 Oktober mendatang. "Nanti ada beras, gula, tepung dan kegiatan-kegiatan gerakan makan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA)," imbuhnya.
Selain menyediakan komoditas pokok yang dijual dengan harga murah, pihaknya juga akan menggelar gerakan makan sayur dan buah, gerakan makan telur dan minum susu, serta bazar untuk UMKM dan bazar untuk kuliner yang akan dilombakan setiap standnya.
Gerakan B2SA ditujukan kepada seluruh sekolah di Berau yang akan dilombakan. "Kita masif kan untuk seluruh sekolah, meraka akan membuat video konten, dan video konten itu yang akan kita lombakan," katanya.
Selain itu ada lomba peragaan busana tingkat TK dan SD dengan mengusung tema sayur dan buah. Pihaknya juga akan mengadakan lomba barista untuk minuman jenis kopi dan cokelat lokal. Hal tersebut bertujuan untuk membangkitkam pangan lokal, seperti coklat Berau yang sudah terkenal hingga luar negeri.
Rencananya pula, pihaknya akan mengadakan lomba menu B2SA untuk Posyandu dan PKK tingkat kecamatan, yang bertujuan untuk membantu masyarakat khusunya ibu hamil mengetahui olahan menu sehat pencegah stunting.
Editor: Maruly Zainuddin