“Selain infrastruktur jalan, kemudian transportasinya. Misal transportasi dari bandara menuju ke objek wisata itu perlu dipikirkan. Kemudian biaya transportasi. Orang menilai biaya transportasinya mahal. Ini perlu dicarikan solusinya,” jelas Falentinus, Minggu (27/8/2023).
Menurutnya, sektor pariwisata yang ada di Berau tidak diragukan lagi. Selain akan menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di bidang pariwisata, menurutnya, hal ini menjadi peluang bagi Berau untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik.
Bahkan Berau memiliki wisata yang lengkap, mulai dari wisata kota, bahari, alam, sejarah dan kuliner. “Tinggal bagaimana Pemkab Berau mengelola secara maksimal,” ucapnya.
Dikatakannya, selain peran Pemkab Berau dalam pengelolaan wisata dinilai perlu menggandeng pihak ketiga atau swasta. Seperti mempromosikan wisata Berau dengan menggaet turis-turis mancanegara untuk mengenalkan objek-objek wisata di Berau. “Kami berharap langkah seperti ini terus dilakukan, sambil Pemkab Berau memperhatikan kendala utama yang dihadapi,” tandasnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi mengatakan, saat ini masih terus mengupayakan terkait pemenuhan infrastruktur ke objek-objek wisata. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatkan penyediaan akses jalan yang memadai dan layak ke objek wisata yang ada. "Terus kita lakukan," ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, selain infrastruktur umum, pembenahan untuk mendukung sektor pariwisata juga terus dilakukan. Tentunya yang sesuai dengan kewenangan wilayah yang menjadi tupoksi DPUPR Berau. "Misalnya jalan yang berada pada status jalan kabupaten, di luar itu kita tidak berani," jelasnya.
Seperti salah satu contoh yaitu Jembatan Pulau Besing yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp35 miliar. Jembatan ini memang merupakan akses utama penghubung darat untuk masuk dan keluar Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur.
Tetapi pada awal perencanaan pembangunan, menurutnya dibangun dengan desain dan pola untuk penghubung sekaligus jembatan wisata. "Termasuk jalan-jalan pesisir yang masuk dalam ranah kabupaten," tuturnya.
Junaidi mengatakan, kawasan objek wisata wilayah pesisir Berau memang terkenal dengan wisata bahari yang tersohor. Sehingga diperlukan dukungan infrastruktur yang layak untuk memudahkan akses wisatawan. "Khusus untuk infrastruktur jalan kita akan terus melakukan inventarisasi melakukan perbaikan, peningkatan dan pembangunan," tandasnya.
Editor: Maruly Zainuddin