Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Jalan dan Jembatan, Junaidi mengatakan, proyek ini sudah dimulai sejak 5 Juli lalu dengan target penyelesaian selama 180 hari atau hingga 31 Desember 2023 mendatang.
Dirinya menjelaskan, untuk kedua proyek jalan tersebut bernilai Rp27 miliar melalui anggaran APBD Berau dengan panjang pekerjaan 400 meter. "Pengerjaan proyek tersebut dilakukan oleh PT Megadarian Multi Perkasa," ucapnya, Minggu (27/8/2023).
Dikatakannya, dengan sisi sungai yang lebar sekitar 6 meter dan ada penambahan 2 meter yang akan memakan bahu jalan. Dia menjelaskan, meski bahu jalan akan dikurangi, namun pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait arus lalu lintas di kawasan tersebut. “Insyaallah tidak mengganggu karena badan jalan masih luas,” tuturnya.
Selain itu, konsep revitalisasi dua ruas jalan tersebut PUPR telah bekerja sama dengan penggagas yang mengerjakan Jalan Malioboro, Yogyakarta untuk menyusun konsep penataannya motif kearifan lokal.
Junaidi menyampaikan, konsep tersebut seperti menggabungkan pariwisata dan pusat jajanan kota. Kemudian untuk pengadaan rombong para pedagang, pihaknya menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Disperindagkop.
"Jadi space untuk pedagang tetap ada, namun lebih kita konsepkan lagi, mungkin rombong mereka bisa disamakan semua agar terlibat lebih rapi lagi,” ujarnya.
Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Diskoperindag terkait dengan pengadaan rombong para pedagang, bila Diskoperindag bisa membuatkan, maka mereka akan sediakan rombong tersebut. "Namun jika PUPR bisa nanti kami siap aja,” bebernya.
Dirinya optimis, bila revitalisasi tepian yang berada di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Pengeran Antasari selesai, ke depan kawasan sepanjang tepian Sungai Segah akan memikat masyarakat agar berwisata di Jalan Ahmad Yani.
“Tak hanya jalan dan lapak pedagang saja yang akan terkena dampak revitalisasi ini, namun bagian depan rumah warga yang kini mayoritas dijadikan pertokoan juga akan ditata,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Persatuan Pedagang Kuliner Tepian Segah, Saparuddin mengatakan, terdapat 61 pedagang yang berada di lokasi Tepian Ahmad Yani. Dengan adanya revitalisasi ini, dirinya sangat mendukung proyek tersebut, terlebih proyek ini bertujuan untuk mempercantik Tepian Ahmad Yani. “Kita sudah beberapa kali diajak pertemuan oleh DPUPR dan kita mendukung dengan adanya proyek ini,” tuturnya.
Dirinya pun berharap saat proyek ini selesai sehingga para pedagang bisa kembali berjualan dengan nuansa baru. Selama pengerjaan proyek revitalisasi Tepian Ahmad Yani dilakukan secara berkala, yakni per 50 meter. "Jadi di 50 meter pertama pedagang jualan di badan jalan untuk sementara,” tambahnya.
Selain itu, rencana adanya penyeragaman rombong pedagang menjadi kabar baik, sebab hal itu akan menambah kecantikan kawasan tersebut. Kalau pun rombong tersebut nantinya tidak disediakan secara gratis, pihaknya tidak mempermasalahkan kalau memang rombong itu harus berbayar.
Tetapi bayarnya dengan cara dikredit. "Lebih bagus lagi kalau pemerintah menyediakan rombong buat para pedagang. Jadi pemerintah yang sediakan kami yang beli dengan cara kredit," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin