Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau Tenteram Rahayu mengatakan, semua kampung memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi unggulan seperti halnya Kampung Labanan dan keberhasilan kampung tersebut bisa jadi motivasi kampung lain untuk membenah diri agar lebih menggali potensi yang dimiliki masing-masing.
"Semoga ini bukan terakhir. Dan semua harus ada kesempatan untuk menjadi juara," tegas Rahayu Kepada Korankaltim.com, Senin (21/8/2023).
Setiap tahun, kabupaten juga kota juga melaksanakan lomba kampong, pemenang tingkat kabupaten akan dikirim ke tingkat provinsi mewakili setiap kabupaten/kota.
Sebelum berhasil menuju tingkat provinsi, harus dilakukan penilaian secara bertahap. Dari tingkat kecamatan menilai masing-masing kampungnya untuk mewakili kabupaten. Dan dari 10 kabupaten/kota akan dinilai berdasarkan kriteria dan potensi unggulan kampung.
"Jadi kecamatan akan mecalonkan satu diantara kampong mereka lalu dilakukan evaluasi dari 12 kecamatan yang juara mewakili lalu kita kirim ke provinsi. Bertahap dan ini bukan penunjukkan langsung," sebut Rahayu lagi.
Dalam lomba kampung, masing-masing kepala kampung akan mempresentasikan inovasi dan keunggulan kampung mereka.
DPMK Berau mendorong seluruh kampung di Bumi Batiwakkal memaksimalkan pendapatan asli kampung, baik melalui pengelola aset ataupun pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) atau kerap dikenal sebagai BUMDes .
"Dan memliki invoasi yang banyak. Itu yang menjadikan Kampung Labanan Makarti menjadi juara 1," tutupnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kabupaten Beray melalui DPMK akan memberikan uang pembinaan termasuk dukungan program sebagai kampung yang berprestasi.
Jalan menuju kampung yang belum teraspal juga segera dilakukan pengaspalan. "Ada uang pembinaan, tapi nanti masih di ABT (anggaran biaya tambahan)," tutup Rahayu.
Editor: Aspian Nur