Supri, salah seorang korban musibah kebakaran mengatakan, saat kejadian dirinya sedang bersantai di dalam rumah, kemudian terdengar suara seperti kayu terbakar. Saat dirinya keluar rumah, lalu terkejut melihat api sudah mulai membesar persis berada di samping rumahnya dan ia berusaha memadamkan kobaran si jago merah.
Namun, karena kondisi jalanan yang sepi, lantaran sebagian warga melaksanakan salat Jumat, membuat api leluasa menghanguskan bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu tersebut. “Api dari kamar depan. Dari rumah yang ditempati Leman dan Om Hotang,” katanya.
Dirinya menduga, saat musibah terjadi, rumah dalam keadaan kosong ditinggal salat Jumat dan api membesar seketika. “Api cepat membesar, karena ini juga rumah lama. Dan terbuat dari kayu,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang warga lainnya Hotang mengatakan, saat kejadian ia pergi sebentar ke warung membeli kopi dan rokok. Namun, saat kembali, api sudah meludeskan rumahnya. Pada saat kejadian, di rumah tersebut, ada menantu, anak serta cucunya. “Ada orang. Tapi kata warga api dari depan sini (kamar),” ujarnya.
Ia mengaku, tidak ada barang yang berhasil diselamatkan akibat musibah kebakaran ini. Termasuk dua unit motor ludes terbakar. “Ada dua motor yang terbakar, namun satu hanya bagian depan dan sampingnya saja. Sedangkan satunya ludes,” tambahnya.
Sementara Ketua RT 07, Jalan Mulawarman, Kelurahan Bugis, Ramlan mengatakan, kencangnya hembusan angin, membuat api berputar-putar. Untuk TKP pertama terjadi di Gang Rumbia, setelah menghanguskan empat bangunan di lokasi tersebut, api berpindah ke bagian belakang yakni Gang Ruhui Rahayu dengan menghanguskan delapan bangunan. “Total ada 12 rumah yang terbakar,” katanya.
Lurah Bugis, Muhammad Hidayat menambahkan, untuk sementara, pihaknya membangun posko untuk menampung korban kebakaran di depan rumah camat di Jalan Jendral Sudirman. Bagi warga yang ingin memberikan bantuan, bisa langsung datang ke posko.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin yang juga berada di lokasi kebakaran mengatakan, pihaknya menurunkan delapan unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan si jago merah. Akses jalan yang sempit menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman.
Kasat Reskrim Polres Berau AKP Ardian Rahayu Priyatna mengatakan, pihaknya masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan 12 rumah milik warga tersebut. “Untuk dugaan, masih korsleting listrik. Tapi kami akan dalami lagi,” ucapnya.
Untuk korban jiwatidak ada, sedangkan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. “Kami juga lihat ada satu mobil terbakar, dan dua unit motor, tapi kami belum memastikan apakah mobil itu berfungsi atau tidak,” tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin