Dikatakan Sri, untuk saat ini Berau masih sangat kekurangan penerbangan, padahal di Kaltim jelasnya, Berau hadir sebagai daerah dengan pariwisata unggulan dan digadang-gadang sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN)
“Kita punya dua bandara, Kalimarau dan Maratua, kabupaten lain tidak punya. Hanya permasalahan tiket yang masih mahal,” jelasnya kepada korankaltim.com, Jumat (4/8/2023).
Saat ini, maskapai yang masuk ke Berau jumlahnya belum begitu banyak, hanya Citilink dan Wings Air jenis ATR. Menurutnya, perlu hadirnya maskapai berbadan besar membuka pasar di Berau untuk bisa menurunkan harga tiket yang tinggi.
“Kami perlu pesawat berbadan besar, ini upaya kami membangun pariwisata kami. Artinya orang yang datang tidak hanya berbisnis saja, namun juga bisa berwisata,” tegasnya.
Padahal jelas Sri, total di Berau ada sekitar 40 perusahaan yang diantaranya paling banyak sektor pertambangan dan perkebunan, dan menjadi potensi jika ada maskapai berbadan besar yang beropersi di Berau.
“Perusahaan banyak, OPD (organisasi perangkat daerah) juga ada, belum lagi masyarakat kita juga pasti ada yang berpergian, pasti tidak rugi. Kita hanya punya dua maskapai yang melayani dan harga sudah hampir menyentuh Rp2 juta,” jelasnya.
Wakil Bupati Berau Gamalis menambahkan, pertemuan itu menjadi refleksi sebagai tindak lanjut bersama terkait harga tiket yang masih mahal. “Jadi pertemuan nantinya membentuk kesepakatan bersama, antara maskapai penyedia penerbangan, Pemda dan pelaku usaha untuk jaminan,” bebernya.
Ia mencontohkan, seperti maskapai Garuda yang meminta 25 persen kursi terisi dalam sekali penerbangan yakni 25 persen dari 150 kursi ekonomi dan 12 kursi bisnis. Menurut Gamalis, angka tersebut sangat memungkinkan untuk penuh.
“Jadi kita berikan jaminan block Seat. Untuk sekarang saja, OPD misalnya, pihak DPRD dalam sehari tentu ada saja yang berpergian, hal itu sangat mungkin tertutupi,” tegasnya.
Sementara itu Kepala BLU Kelas I Kalimarau, Ferdinan Nurdin mengatakan, pihaknya akan membawa data kepada pengusaha maskapai untuk memperlihatkan bukti pasar yang dimiliki Kabupaten Berau.
“Kami tadi sudah meminta kepada pengusaha untuk mengisi data karyawan, hari liburnya, cutinya, untuk memberikan data prakiraan pihak yang berpergian,” jelasnya.
Sebab, untuk Pemkab Berau sudah memastikan, akan selalu ada pihak yang berpergian, dan menjamin adanya keuntungan bagi tiap maskapai.
Pihaknya juga menawarkan opsi paket bundling, dengan menawarkan pariwisata yang ada di Berau.
“Misalkan ada rakor, bisa jadi diadakan di Berau, jadi perekonomian juga bisa tumbuh, dan ada efeknya juga pada pengusaha lainnya,” sarannya.
Editor: Maruly Zainuddin