Dikatakan Sri, tujuan adanya mobil perpustakaan keliling sebagai upaya meningkatkan indeks literasi bagi anak generasi penurus bangsa. Sehingga, langkah ini menjadi salah satu tugas untuk mendorong minat baca di Kabupaten Berau.
Pada momentum peringatan HAN kali ini, ia juga menyampaikan perasaan bangga atas pencapaian Kabupaten Berau yang naik peringkat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori madya.
"Ini (kenaikan peringkat) pencapaian luar biasa, setelah tujuh tahun berada di tingkat pratama," ucapnya kepada korankaltim.com.
Ia menegaskan, Pemkab Berau mendukung melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mampu memberikan hak-hak anak dan perlindungan terhadap anak sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Selain itu dia juga mengatakan, momentum peringatan hari anak nasional merupakan bentuk penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa.
Sehingga, ia mengajak kepada seluruh orang tua, masyarakat, instansi vertikal, dunia usaha, untuk ikut menyuarakan pencegahan kekerasan terhadap anak.
"Mari kita berikan ruang yang nyaman untuk berkarya dan berkehidupan bagi anak-anak kita. Karena masa depan daerah ini ada di tangan mereka," tuturnya.
Dia juga mengapresiasi kegiatan Pencanangan Gerakan Ayo Ikut ke Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu, karena gerakan ini sebagai upaya identifikasi dan intervensi sejak dini pada 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Sehingga, bila terjadi masalah gizi dan masalah kesehatan lainnya pada anak, maka dapat segera dicegah sedini mungkin melalui pendekatan BKB di Posyandu terdekat.
"Saya minta, kita semua bisa ambil bagian dalam menjalankan program BKB ini. Demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera dengan membawa balita ke posyandu," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin