Hal ini berdasarkan data onlinne yang dikeluarkan Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tanjung Redeb.
Kepala KPPN Tanjung Redeb Gusti Hasbullah menjelaskan pada periode yang sama di tahun sebelumnya sejatinya capaian sebesar 45,9 persen. Meskipun secara persentase terpaut hanya 2,0 persen, namun secara nominal cukup signifikan.
Secara makro capaian realisasi menunjukan garis tren yang hampir sama dengan tahun lalu, namun dilihat secara detail untuk Belanja Kementerian Lembaga (K/L) lingkup Kabupaten Berau mengalami perlambatan sebesar 3,6 persen dari tahun yang lalu (YoY).
Disisi lain realisasi Transfer Ke Daerah mengalami tren positif sebesar 4,8 persen dari 38,6 persen dibanding tahun sebelumnya. "Memang mengalami penurunan 2 persen dibanding sebelumnya, namun secara nominal cukup signifikan," kata Gusti kepada Korankaltim.com, Kamis (27/7/2023).
Realiasi Belanja Kementerian Lembaga (K/L) Berau sampai dengan bulan Juli 2023 sebesar Rp119,4 Miliar atau sebesar 49 persen. Adapun rinciannya, Belanja Pegawai sebesar Rp60,4 miliar atau sebesar 61,1 persen, Belanja Barang sebesar Rp55,4 miliar atau sebesar 47,0 persen dan Belanja Modal sebesar Rp3,4 miliar atau sebesar 12,9 persen. "Namun secara detail untuk mengalami perlambatan sebesar 3,6 persen," ucapnya.
Merujuk capaian realisasi sampai dengan saat ini mengindikasikan bahwa untuk belanja pegawai progresnya sangat realistis, Belanja Barang masih mendekati target sedangkan untuk belanja modal diperlukan akselerasi lebih dari Satuan Kerja (K/L). "Ada beberapa indikator perlambatan belanja modal belum tercapai," ujar Gusti.
Indikator tersebut yakni terdapat pagu yang diblokir, terdapat penambahan pagu di triwulan II, proses lelang seperti proses perencanaan ada jeda waktu untuk diumumkan dan jeda waktu masa sanggah dan sumber dana loan atau pinjaman luar negeri.
Sedangkan realisasi Transfer Ke Daerah Kabupaten Berau mencapai Rp1,2 Triliun atau sebesar 43,6 persen. Adapun rincinannya, penyaluran Dana Desa sebesar Rp42,1 Miliar atau sebesar 46 persen, Dana Transfer Khusus sebesar Rp76,2 miliar atau sebesar 40 persen, dan Dana Transfer Umum sebesar Rp1,09 triliun atau sebesar 44 persen.
"Belanja APBN yang telah direncanakan diharapkan mampu menjadi stimulus fiskal dan memberikan multiplier effect sehingga mendorong konsumsi masyarakat dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Berau," harap Gusti.
Editor: Aspian Nur