Pembukaan acara adat Kesultanan Gunung Tabur dengan tema Abut Bassar Banua Tahun 2023 ini berlangsung di Keraton Kesultanan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur dan merupakan agenda tahunan di Bumi Batiwakkal .
Selama 10 hari pelaksanaan, ada berbagai pertunjukan kesenian asli Banua ditampilkan, seperti bela diri Kuntaw dan Bamanda. Ada juga lomba ketinting, lomba perahu panjang, lomba lagu mengayun anak, lomba batunjang juga lomba bajappin. Masyarakat bisa menyaksikan acara ini yang berlangsung disepanjang Tepian Kecamatan Gunung Tabur.
Pemerintah Kabupaten Berau akan mencanangkan dua program unggulan bersamaan dengan digelarnya kegiatan ini, yaitu pembangunan balai adat dan taman budaya serta revitalisasi bangunan bersejarah seperti keraton, makam, bersejarah dan lain sebagainya.
"Abut Bassar Banua ini merupakan wujud kecintaan kita kepada adat budaya banua sebagai salah satu suku asli Kabupaten Berau," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.
Ditegaskannya, budaya adalah aset yang harus dijaga dan terus dipelihara sebagai kekuatan pondasi kemajuan daerah.
Karena itu pemkab mendorong berbagai pihak seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, kesultanan, kelompok pengelola pariwisata juga pelaku usaha wisata untuk mempromosikan dan menjaga kebudayaan asli Berau. "Seperti saat ini, untuk Keraton Gunung Tabur sedang dalam proses revitalisasi," ujar Sri lagi.
Sri juga meminta aparat pemerintah Kecamatan Gunung Tabur dan Kesultanan Gunung Tabur kalau ada kegiatan mengumpulkan masyarakat baik di Kecamatan Gunung Tabur maupun Sambaliung agar berkomunikasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) karena merupakan lembaga kemasyarakatan yang keberadaannya diakui dan didukung penuh oleh pemerintah daerah.
Perusahaan di sekitar kecamatan juga diharapkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini."Tugas seluruh perusahaan yang ada di daerah kesultanan Gunung Tabur dan Sambaliung untuk memberikan dukungan, menggunakan dana perusahaan agar kebudayaan daerah terus terjaga," tutup Sri.
Editor: Aspian Nur