Mubes ini mengangkat tema eksistensi rumpun Kung Kemul dalam memperkuat persekutuan serta mempertahankan warisan budaya dan adat istiadat.
Mubes dihadiri warga Kung Kemul dari enam kabupaten yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) yakni Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Berau, Bulungan.
Ketua Umum Kerukunan Kung Kemul Kalimantan Cabang Berau, Edwin Sofyan mengatakan, Kung Kemul berarti gunung. Istilah tersebut berasal dari salah satu gunung tertinggi di Kalimantan Timur yang terletak di penghujung Sungai Kejin atau Sungai Kayan, berbatasan dengan Sungai Boh.
Gunung Kung Kemul merupakan tempat asal berkumpulnya Dayak serumpun, namun karena susahnya menjalani hidup di gunung Kung Kemul, maka Dayak serumpun sepakat untuk berpindah dari gunung Kung Kemul ke tempat lain guna mencari tempat permukiman yang lebih baik.
"Dan akhirnya nama gunung Kung Kemul dijadikan sebagai nama persatuan organisasi ini," ucapnya.
Dia menjelaskan, saat itu Dayak serumpun meninggalkan gunung Kung Kemul untuk mencari pemukiman secara berkelompok. Dan setelah sekian lama terpisah, pada 2009 rumpun Kung Kemul yang berada di Kampung Long Lembu dan Long Beluah, Kabupaten Bulungan menggagas pertemuan di Kampung Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas sehingga terlaksanalah mubes pertama.
"Sebenarnya Mubes V ini sudah tertunda karena Covid-19 lalu. Dan pada mubes ini kami akan melakukan pendataan untuk meningkatkan sistem pembinaan," tandasnya.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Agus Wahyudi yang ikut hadir pada acara ini mengatakan, Mubes ini akan menjadi ajang penguat silaturahmi serumpun Dayak dalam merumuskan program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dikatakanya, warga suku Dayak sebagai salah satu suku asli di Kabupaten Berau telah memiliki tempat tersendiri di Berau. Sehingga organisasi ini dapat menjadi rumah bagi segenap masyarakat Dayak Kung Kemul, yang dapat memfasilitasi seluruh aspirasi dari masyarakat Dayak Kung Kemul.
"Saya sangat sependapat dengan tema Mubes Kung Kemul ini. Karena Berau sebagai salah satu penyangga IKN, kita harus bersinergi menjaga adat istiadat kita," ungkapnya.
Selain itu, dia juga pun berpesan kepada Kepala Kampung Long Lanuk agar kegiatan seperti ini jangan berhenti pada kegiatan Mubes saja, seperti agenda ajang festival adat budaya sehingga Kampung Long Lanuk bisa menjadi lokasi destinasi wisata yang baru.
Dikatanya, pemerintah daerah juga akan mendukung langkah tersebut dengan melakukan pengaspalan dari pintu masuk hingga menuju Kampung Long Lanuk.
"Nanti kami anggarkan di anggaran perubahan langsung dilakukan pengaspalan," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin