Bakti sosial hasil kolaborasi Pemkab dengan PT Berau Coal dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Cabang Sinar Mas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Abdul Rivai Berau ini dilaksanakan sejak 8-16 Juli 2023.
Dirut RSUD dr Abdul Rivai, Jusram mengatakan, ada sembilan dokter spesialis mata yang melakukan operasi katarak, mereka terdiri dari tujuh dokter asal Jakarta, satu dokter dari Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Kaltim dan satu dokter dari RSUD Dr Abdul Rivai Berau.
Berdasarkan data Perdami tahun 2022, dari sekitar 3 persen kebutaan di Indonesia, katarak menjadi salah satu penyebab utamanya, yakni mencapai 81 persen.
Dan untuk di Berau ternyata cukup banyak yang terkena katarak. Untuk itu, melalui bakti sosial ini menghadirkan solusi dan bentuk kepedulian bersama ke masyarakat Berau dan sekitarnya agar mendapatkan penanganan yang tepat.
"Sebenarnya target itu 200 orang, hanya saja saat melewati pemeriksaan screening, seluruh screening itu ada 400 orang dan yang bisa dioperasi hanya 140-an yang lolos," ungkapnya kepada korankaltim.com, Minggu (16/7/2023).
Dirinya menjelaskan, alasan terbanyak peserta yang tidak lolos tahap screening yakni faktor lanjut usia dan banyak peserta yang memiliki penyakit bawaan seperti tekanan darah tinggi, gula darah dan lainnya. "Karena persyaratan operasi katarak tekanan darah harus stabil," ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Setkab Berau, Hendratno mengatakan Pemkab Berau dalam hal ini memiliki komitmen kuat untuk menyelenggarakan program pembangunan kesehatan sebagai agenda prioritas.
Sebab, kesehatan masyarakat adalah salah satu indikator penting dalam upaya mewujudkan kemajuan daerah. Salah satunya menjalin kerja sama dengan berbagai elemen sebagai upaya kami membangun sinergitas percepatan implementasi kebijakan daerah.
Editor: Maruly Zainuddin