Beberapa hari lalu Sri mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan secara khusus meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau untuk meningkatkan kinerja agar Bumi Batiwakkal bebas dari sampah.
"DLHK harus meningkatkan kinerja terutama penanganan sampah, apalagi saat ini serapan anggaran mereka cukup rendah," kata Sri kepada Korankaltim.com, Jumat (14/7/2023).
Hingga pertengahan tahun 2023 ini, serapan aranggaran DLHK Berau baru 27 persen. "Harus dimanfaatkan penyerapan anggarannya, terutama untuk menambah lagi tenaga kebersihan," tegas Sri.
Sri mencontohkan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Jalan Sultan Agung Kelurahan Sei Bedungun, Tanjung Redeb, dikawasan itu masih terlihat banyak sampah yang berserakan dibadan hingga tepi jalan. "Padahal TPA tidak jauh, tapi sampah masih banyak berserakan," ucapnya.
Sementara Kepala DLHK Berau Mustakim Suharja menyebutkan jika membahas persoalan sampah maka tidak ada habisnya namun mereka terus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait hal itu. "Penekanan bupati akan menjadi evaluasi bagi kami kedepan," kata Mustakim.
Imbauan membuang sampah pada tempatnya disebut Mustakim sudah tidak relevan lagi. Pasalnya saat ini yang perlu dilakukan masyarakat adalah bagaimana cara masyarakat memilah sampah rumahan. "Itulah yang akan terus kai upayakan untuk disosialisasikan ke masyarakat," ujarnya.
Editor: Aspian Nur