Terkait kerusakan jalan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau akan melakukan rehabilitasi minor atau ringan. Kepala Bidang (Kabid) Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengatakan, selain pembangunan ruas jalan Samburakat, pihaknya juga berencana akan melakukan perbaikan terhadap ruas jalan menuju Jembatan Sungai Sata.
Rehabilitasi minor ini merupakan tindakan pemeliharaan jalan yang lebih intensif yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan jalan yang cenderung tidak terlalu parah. Dia menjelaskan, Jalan Samburakat-Sembakungan yang memiliki panjang sekitar 5 Km sekarang menjadi jalur alternatif dari jalan nasional Maluang dengan panjang sekitar 14 Km. "Jadi ruas jalan ini memang cukup padat dilewati kendaraan masyarakat dan perusahaan," imbuhnya kepada korankaltim.com, Senin (10/7/2023).
Pada ruas Jalan Samburakat-Sambakungan sekitar 2,5 Km dari titik awal jalan sampai menuju Jembatan Sungai Sata terdapat kerusakan berupa lubang baik ukuran kecil dan cukup besar. Untuk kerusakan jalan yang berlapis aspal, pihaknya akan segera melakukan perbaiki dengan penanganan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC). "Rencananya pekerjaan perbaikan akan dimulai besok," katanya.
Dia juga menjelaskan, kegiatan TRC dilaksanakan secara swakelola menggunakan material plat beton dan aspal campuran dingin dari Butas. "Untuk anggaran masuk kegiatan pemeliharaan atau rehabilitasi minor dari rutin TRC," ungkapnya.
Pihaknya juga telah mengusulkan pada APBD-Perubahan terkait penanganan permanen pada ruas Jalan Samburakat-Sambakungan, namun untuk saat ini pihaknya mengupayakan dengan penanganan sementara untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Adapun anggaran yang diusulkan sekitar Rp7,5 miliar untuk pengerjaan overlay atau pelapisan aspal dan rehabilitasi mayor dengan panjang ruas jalan sekitar 2,5 Km.
"Kalo untuk perencanaan kita sudah siap, bila usulan alokasi anggaran disetujui dan kegiatannya masuk di APBD-Perubahan setelah pengesahan segera kita realisasikan fisiknya dan harapanya di tahun ini juga," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin