Rakor ini sendiri dalam rangka pemantauan perkembangan politik daerah guna mendukung kondusifitas daerah menjelang Pemilu serentak 2024. Rakor dibuka dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor.
Dalam arahannya Gubernur Isran Noor menyebutkan, berdasarkan hitungan survei pemerintah yang telah dilakukan, Kaltim menjadi salah satu daerah rawan dalam penyelenggaran Pemilu. Pasalnya, selama ini dikatakannya penyelenggaraan Pemilu, baik itu Pemilukada, legislatif maupun Pemilu presiden, Kaltim paling kondusif.
“Kaltim aman kok, tidak terlalu berat. Tapi kita tidak boleh abai, tidak boleh santai. Tapi kita bersyukur dengan data yang mengatakan Kaltim salah satu daerah rawan, untuk bersama lebih-lebih mempersiapkan dengan baik,” ungkapnya.
Untuk itu, Isran berharap melalui rakor ini akan memperoleh data dan laporan dalam tahapan pelaksanana Pemilu serentak 2024. Dan berharap para peserta untuk mengikuti rakor yang menghadirkan narasumber dari Forkopimda, Bawaslu dan KPU Kaltim ini hingga selesai.
“Ada informasi dari para Forkopimda Kaltim dan juga disampaikan ketua KPU dan Bawaslu,” tegasnya.
Sementara itu Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, usai mengikuti rakor menegaskan pentingnya bersama-sama bersinergi mewujudkan dan mendukung kondusifitas daerah menjelang pemilihan umum serentak pada 2024 mendatang.
Sebab, saat ini tahapan Pemilu sudah dimulai dan dukungan dari seluruh pihak hingga lapisan masyarakat dan ia menegaskan sangat penting agar pesta demokrasi ini berjalan dengan lancar.
Bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal ini juga berterima kasih kepada jajaran Forkopimda, Kapolres, Dandim, Kajari dan seluruh instansi pemerintah di daerah yang terus berkoordinasi membangun sinergisitas guna memastikan kondusifitas di daerah.
“Alhamdulillah dukungan Forkopimda sangat solid bersaman menjaga kondusifitas di daerah,” ucapnya, Kamis (6/7/2023).
Selain itu, untuk menindaklanjuti arahan gubernur, mantan Ketua TP PKK Berau ini, meminta kepada seluruh perangkat hingga ke tingkat bawah untuk bersama menjaga kondusifitas daerah.
Editor: Maruly Zainuddin