Kegiatan ini juga dihadiri langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas yang ikut memantau langsung proses khitanan tersebut.
Dia mengatakan, sebelumnya dia berharap khitanan ini bisa diikuti lebih banyak peserta lagi, namun karena keterbatasan obat, maka jumlah peserta khitanan ikut dibatasi pula. Khitanan massal oleh Dinsos ini sendiri merupakan kegiatan kedua kalinya, setelah sempat digelar untuk pertama kalinya pada tahun lalu.
"Di mana sebelumnya pertama juga berjumlah 200 anak,” ungkapnya kepada korankaltim.com.
Ia mengatakan, khitanan massal ini merupakan bentuk perhatian dari Pemkab Berau kepada masyarakat khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan dan berharap kegiatan semacam ini terus terselenggara pada tahun yang akan datang.
Sementara itu, Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi menambahkan, kegiatan khitanan massal ini ditujukan kepada masyarakat kurang mampu dan membutuhkan dan rata-rata masyarakat yang hadir dari kecamatan terdekat.
"Kawasan Tanjung Redeb, tetapi ada juga yang dari jauh Kecamatan Tabalar,” ujarnya.
Kegiatan ini juga terselenggara berkat kerja sama dengan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Rumah Sakit Abdul Rivai (RSUD) Berau yang melibatkan petugas medis sebanyak 20 orang perawat dan dua dokter.
"Kegiatan berlangsung selama satu hari dan diusahakan selesai sore hari,” pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin