Kegiatan ini sendiri diselenggarakan sebagai wujud kegembiraan masyarakat atas hasil panen yang dirasakan pada tahun ini. Acara ini juga dihadiri Ketua Umum Kerukunan Dayak Kenyah Lepoq Jalan Kaltim serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Berau.
Kepala Kampung Tepian Buah, Surya Emi Susianthi mengatakan, pesta adat ini berasal dari bahasa Dayak Kenyah yang berarti Uman adalah makan dan Undad adalah tepung beras. Pesta adat ini juga menjadi tradisi wajib yang diturunkan oleh leluhur kampung dengan tujuan untuk menyampaikan rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil panen. "Kita wajib melaksanakan diakhir musim tanaman padi," ucapnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, kegiatan pesta adat ini sebagai langkah merawat adat istiadat dan kebudayaan asli dari suku di Berau. Pemkab jelasnya memberikan penghargaan kepada warga dan petani di Kampung Tepian Buah atas suksesnya panen tahun ini, karena meskipun di tengah cuaca ekstrem, petani tetap mampu memenuhi ketahanan pangan bagi masyarakat Berau.
"Saya mendorong peran dari berbagai pihak, khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pangan, dan Dinas Perkebunan untuk terus memonitoring dan melakukan pendampingan kepada para petani di Kampung Tepian Buah ini agar produksi komoditas hasil bumi yang dihasilkan dapat semakin berkualitas dan berdaya saing," imbuhnya.
Terlebih, Berau sebagai salah satu penyangga Ibu Kota Negara (IKN), yang tentunya memerlukan kesiapan untuk menangkap peluang seluas-luasnya, termasuk pada sektor pangan. "Saya berharap, potensi pertanian Kampung Tepian Buah ini dapat berdaya guna dan berhasil guna melalui pelibatan sumber daya manusia asli kampung," katanya.
Editor: Maruly Zainuddin