realisasi retribusi parkir melampuai 50 persen dari target yang ditetapkan, yaitu sebesar Rp150 Juta hingga bulan ini.
Hal disampaikan Kasubag Unit Pelaksana Tugas Perparkiran Dinas Perhubungan (UPT Dishub) Berau Evi Agustina. Disebutkannya, tahun lalu pandemic covid-19 jadi alasan tak tercapainya target pendapatan dari retribusi parker tersebut “Alasan target tahun ini naik karena tahun sebelumnya ada pandemic Covid-19," kata Evi kepada Korankaltim.com Rabu (21/6/2023) siang tadi.
Walau target pada tahun 2022 lebih rendah, namun realisasi tahun lalu justru melebihi target yang ditetapkan yakni sekitar Rp200 juta.
Upaya yang dilakukan pihak UPT Perparkiran Dishub agar mencapai target dengan melakukan pembukaan stand pada titik-titik tertentu yang banyak dilalui kendaraan, diantaranya di Kantor Disdukcapil Berau.
"Sebelum tahun 2019 kami juga bekerjasama dengan Kantor Samsat tapi sekarang ini belum ada lagi kerjasama," jelasnya.
“Semoga ada kerjasama lagi tahun ini dengan Samsat karena efektif untuk menarik retribusi parkir masyarakat terutama yang membayar STNK,” papar Evi.
Diketahui untuk daerah Tepian Teratai yang berada di Jalan Pulau Derawan, Tanjung Redeb dan jalan umum yang memiliki marka parkir masyarakat Berau wajib membayar parkir.
Adapun kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp29 ribu per tahun, roda empat Rp58 ribu per tahun dan pick up Rp 72 ribu per tahun. “Berlakunya hanya di tepian dan jalan umum yang ada marka parkirnya. Kami harap ada marka parkir lain tapi harus ada koordinasi terlebih dulu,” ucapnya.
Untuk area parkir khusus terdapat di tiga tempat yakni Bandara Kalimarau, Pasar Sanggam Adji Dilayas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai. Mereka mengelola parkirnya sendiri.
Dishub Berau optimistis target tahun ini terlampaui, diantaranya dengan melakukan penarikan retribusi sistem jemput bola ke instansi yang dinilai cukup efektif, dengan total aparatur sipil negara (ASN) di Berau yang mencapai 5.000 pegawai.
Hanya saja itu terkendala dengan minimnya personel yang hanya lima orang. “Kalau anggota lebih banyak, kami bisa membuka stan pembayaran di titik lain yang banyak bersinggungan dengan masyarakat,” tutup Evi.
Editor: Aspian Nur