Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, saat ini Pemkab telah melakukan upaya kerja sama dengan 25 perusahaan sektor perkebunan.
"Kita mencoba mengurai semua permasalahan mereka dan masalah kita, tentu dalam hal ini adalah kerja sama Pemkab Berau dengan perusahaan untuk sama-sama bisa berempati bersama masyarakat," ungkapnya kepada Korankaltim.com, Senin (12/6/2023).
Dikatanya, untuk kerja sama yang ditawarkan, pihak perusahaan masih mencoba melihat apa saja yang dibutuhkan Pemkab dalam melayani kebutuhan masyarakat selama Jembatan Sambaliung ditutup.
"Terkait dengan itu semua, mereka (perusahaan) mencoba untuk berkontribusi, namun belum ada kesepakatan," ucapnya.
Gamalis mengatakan, pihak perusahaan mereka masih mendiskusikan serta merumuskan skema realisasi seperti apa yang akan diberikan. Apakah dalam bentuk pengadaan unit armada seperti speedboat, Landing Craft Tank (LCT), dana segar atau lainnya.
"Merekalah yang merumuskan seperti apa skema realisasinya dan masih belum diputuskan skema apa yang akan diambil nanti. Untuk dana CSR kita coba bahas juga," tuturnya.
Dia menambahkan, saat ini yang dibutuhkan Pemkab Berau adalah unit armada penyeberangan yang dianggapnya masih kurang untuk mengurai penumpukkan kendaraan dan masyarakat yang ingin menyeberang sungai.
Editor: Maruly Zainuddin