Saat ini, pihaknya pun sudah menyiapkan stok daging sebanyak 1,2 Ton dengan harga jual Rp110 ribu per Kg.
Dia menjelaskan, jenis daging sapi yang disediakan yakni daging sapi sandung lamur yang merupakan bagian dada bawah sekitar ketiak sapi dan potongan daging sandung lamur ini agak sedikit berlemak.
"Untuk tempat penjualannya hanya di kantor Bulog saja, supaya tetap menjaga harga tetap sama. Takutnya kalau dijual dilain, harganya bisa lebih mahal," ucapnya kepada korankaltim.com, Jumat (9/6/2023).
Sementara itu, pemenuhan permintaan komoditas lain seperti beras pun hingga saat ini menurutnya masih dalam taraf aman dan cukup.
Setidaknya dua jenis beras yang disediakan Bulog yakni beras Public Service Obligation (PSO) yang disubsidi dan disalurkan ke pasar agar harga beras turun dan jenis beras komersil untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Selain daging dan beras, Bulog juga menyediakan barang kebutuhan lainnya seperti tepung terigu sebanyak 1,4 ton, gula pasir 37 Ton dan minyak goreng 1.200 Liter.
Sedangkan stok beras medium ada disiapkan sebanyak 200 Ton yang sudah dalam perjalanan dan beras Kampung Buyung-Buyung sekitar 6 Ton.
"Kalau Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kita sekitar 60 Ton, makanya kita datangkan 200 Ton itu nanti buat CPP," katanya.
Dikatakannya, saat ini stok CPP masih kosong. Sebab, Bulog telah menyalurkan bantuan pangan sebanyak 180 Ton selama tiga bulan bekerja sama dengan dinas terkait dan Pemerintah Daerah.
"Kalau kita di Berau ini paling biasa dengan mitra-mitra penjual lainnya dan kendala itu juga karena ongkos kirim terlalu tinggi kalau masuk ke Berau," tuturnya.
Kemudian kebutuhan lain seperti minyak goreng, gula pasir, daging sapi menjelang Iduladha juga telah dipersiapkan sejak jauh hari. "Kita sudah jauh-jauh hari mempersiapkan untuk stok menjelang Iduladha dan dipastikan aman," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin