Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mempertimbangkan penambahan tenaga pengajar untuk anak-anak pendidik yang berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa Negeri Tanjung Redeb.
Diketahui, sebanyak 35 tenaga pengajar dengan kurang lebih 100 anak-anak pendidik yang berkebutuhan khusus yang sementara setiap satu guru memegang delapan siswa.
"Itu masih kurang sebenarnya. Tapi sudah disampaikan kepada dinas terkait, untuk bisa ditambah tenaga pendidiknya. Supaya anak-anak ini lebih maksimal untuk mendapatkan pendampingannya," kata Sri Kepada Korankaltim.com, Senin (29/5/2023).
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dimana hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, dan perlindungan khusus yang mana Berau juga memiliki forum anak berkebutuhan khusus sebagai organisasi yang mewadahi anak yang berkebutuhan khusus.
"Sehingganya, ajang pentas seni dan bazar ini harus kami kesetaraan dan berkomitmen untuk menjamin akses pendidikan serta menyediakan wadah pembinaan minat bakat," paparnya.
Sri berupaya untuk melakukan berbagai langkah kebijakan dan terus menjalin kerja sama dengan seluruh perangkat terkait. Secara khusus dirinya berpesan kepada tenaga pendidik dan orang tua agar dapat mendampingi tumbuh kembang anak-anak yang memiliki bakat yang luar biasa.
Peran aktif dari jajaran DPPKBP3A, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan stakeholder terkait untuk terus berinovasi, merumuskan langkah dan kebijakan terpadu demi terwujudnya rasa nyaman berkehidupan bagi anak-anak kita yang berkebutuhan khusus sangat diharapkan.
"Untuk sertifikasinya, makanya kita juga akan coba lihat untuk regulasi ketika itu memang ada regulasinya kita akan coba. Karena ini anaknya dari tingkat Sekolah Dasar sampai SMA," pungkas Sri.
Editor: Aspian Nur