Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Berau Agus Wahyudi mengatakan, keterlambatan datangnya LCT ini menjadikan simulasi penyeberangan belum bisa dilakukan padahal Berau hanya membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dala hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sebagai pihak yang memiliki kewenangan.
"LCT dari Samarinda yang mengangkut beberapa material pelengkap belum datang, karena LCT ini yang akan dipakai juga untuk penyebrangan masyarakat," sebut Agus kepada Korankaltim.com, Minggu (28/5/2023).
LCT ini juga akam mengangkut kendaraan roda empat dan dua unit kapal kayu yang akan menyeberangkan orang dan kendaraan roda dua. Tanggal 1 Juni pekan depan Jembatan Sambaliung direncanakan ditutup selama empat bulan, sampai akhir September 2023.
Berau hanya sebagai back up mengenai operasional penutupan Jembatan Sambaliung. "Operasional yang di maksud seperti ketertiban lalu lintas, ketertiban penyebrangan, Keselamatan masyarakat dan kendaraan yang menjadi prioritas untuk menyebrang selama ditutupnya Jembatan Sambaliung melalui Dinas Perhubungan dan pihak-pihak terkait," tuturnya.
Dermaga jetty di sisi Kecamatan Tanjung Redeb ke sisi Kecamatan Sambaliung sedang dalam proses penyempurnaan sehingga pada bulan Juni nanti sudah dapat digunakan untuk penyeberangan kendaraan masyarakat.
Anggaran dari pemkab sendiri hanya untuk mobilitas petugas yang bekerja membantu keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan penyebrangan.
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Kontrak (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Runag dan Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim, I Nyoman Swardika mengatakan, akibat tertundanya kapal LCT menuju ke Tanjung Redeb dari Samarinda membuat jadwal simulasi terganggu.
Selain itu, menurut LCT tersebut sudah berangkat, namun sampai saat ini belum tiba. "Untuk penyedia atau pemilik LCT sudah mempersiapkan administrasi LCT sesuai dengan ketentuan. Dan semoga segera tuntas,” kata Nyoman.
Editor Aspian Nur